MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM – Turnamen Sepakbola PDM Wonosobo Cup 2026 akhirnya mencapai klimaks. Ajang bergengsi yang mempertemukan 11 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan 4 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sejak 5 Juli lalu resmi ditutup dengan laga final yang mempertemukan PCM Selomerto melawan PCM Sapuran di Gelora Pancasila Wonolelo pada Ahad, 19 Juli 2026.
Dalam laga pamungkas tersebut, ketegangan langsung tersaji sejak peluit pertama dibunyikan. Jual beli serangan terjadi di atas lapangan hijau yang cukup menantang.
Namun, PCM Selomerto tampil lebih klinis dan sukses mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 2-0, sekaligus menasbihkan diri sebagai kampiun utama PDM Wonosobo Cup tahun ini.
Berdasarkan hasil akhir pertandingan, PCM Selomerto keluar sebagai Juara 1, disusul oleh PCM Sapuran sebagai Juara 2. Sementara itu, posisi Juara 3 bersama diraih oleh PCM Kaliwiro dan PCM Kejajar.
Meskipun tensi pertandingan berjalan tinggi, atmosfer persaudaraan di tribun penonton tetap terjaga. Suporter dari kedua belah pihak terus mengumandangkan yel-yel penyemangat dengan menggunakan alat musik tabuh dan atribut kreatif secara tertib dan sportif.
Sebelum prosesi penyerahan trofi, Ketua PDM mengingatkan kembali kepada seluruh kader bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi fisik. Ajang ini merupakan media silaturahmi, kaderisasi, dan refleksi perjuangan, di mana siapapun yang menang adalah kemenangan bersama.
Ia menganalogikan sepak bola seperti esensi pergerakan dakwah Muhammadiyah di era modern, di mana dinamika di lapangan hijau memiliki kemiripan ideologis dengan perjuangan organisasi.
"Bola itu bundar. Sama seperti dakwah kita. Dia harus terus menggelinding, tidak boleh berhenti. Kalau berhenti, dia mati. Kalau menggelinding, dia akan membangun melangkah tak berhenti, dan memenangkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua PDM menambahkan bahwa target utama dari turnamen ini bukan sekadar mencari tim yang paling mahir menjebol gawang lawan. Lebih dari itu, ajang ini merupakan pembuktian kolektif atas kualitas generasi muda Muhammadiyah yang tangguh secara fisik, berakhlak mulia, dan memiliki spirit juang yang tinggi.
Bambang Wen juga menegaskan bahwa trofi Piala Ketua PDM ini jangan sampai hanya menjadi pajangan di Kantor PCM dan AUM. Menurutnya, piala ini memiliki nilai filosofis yang tinggi sebagai saksi bahwa PCM dan AUM yang memilikinya adalah yang paling kompak, paling disiplin, dan paling mampu menginspirasi anak muda lainnya.
Acara kemudian diakhiri dengan prosesi penyerahan piala serta foto bersama yang penuh sukacita antara Jajaran PDM Wonosobo, panitia, suporter dan seluruh skuad juara.
Kontributor: Yusuf
Editor: Rudyspramz












Komentar
Selamat utk PCM SApuran yg sukses menempatkan diri sbg Runer up pada turnamen PDM Cup Wonosobo,