KABAR 2 menit baca

Tragis! Dua Remaja yang Hilang di Gunung Bismo Wonosobo Akhirnya Ditemukan Meninggal di Bawah Air Terjun

Rudi Pramono 13 Juli 2026 497 views

MUHAMMADIYAH​WONOSOBO – Setelah dinyatakan hilang selama hampir dua pekan, dua remaja asal Dusun Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad kedua korban ditemukan oleh tim Wanadri di bawah Curug Telu, kawasan tebing Blok Sidongkal, Lereng Gunung Bismo, pada Minggu (12/7/2026) siang.

​Kedua korban, Arfin Nurohmat (17) yang merupakan siswa kelas XII SMA 1 Watumalang, dan Yufaidin (15) siswa kelas IX SMP NU Watumalang, diduga kuat meninggal dunia akibat terjatuh dari tebing curam setinggi 280 meter saat sedang bermain.

Kronologi Hilangnya Korban

​Peristiwa memilukan ini bermula pada Rabu, 30 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, kedua korban yang bertetangga tersebut pergi meninggalkan rumah tanpa izin orang tua. Keduanya hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek, diduga berniat untuk bermain di sekitar lereng gunung.

​Warga sekitar sempat melihat kedua remaja tersebut berada di area Sungai Pelok dan Blok Sidongkal Gunung Bismo. Namun, hingga malam hari keduanya tak kunjung kembali ke rumah.

Mendapat laporan kehilangan, tim gabungan berskala besar langsung dibentuk.

Pencarian melibatkan Tim Reaksi Cepat RPB Watumalang, Polres Wonosobo, Polsek dan Koramil Watumalang, Basarnas, BPBD Kabupaten Wonosobo, MDMC, PMI, warga setempat, serta bantuan khusus dari Tim Wanadri Bandung. Medan lereng dan puncak Gunung Bismo yang ekstrem sempat menyulitkan proses pencarian selama berhari-hari.

Ditemukan Tim Wanadri di Dasar Tebing 280 Meter

​Titik terang akhirnya didapatkan pada Minggu, 12 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Anggota tim Wanadri Bandung, Muhammad Anggi Nugraha, berhasil mendeteksi keberadaan kedua korban di titik yang sangat sulit dijangkau, tepatnya di bawah tebing Curug Telu yang memiliki ketinggian sekitar 280 meter.

​Saat ditemukan, kedua remaja tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi yang mengenaskan:

​Arfin Nurohmat ditemukan dalam posisi tidur miring ke arah kiri.
​Yufaidin ditemukan dalam posisi duduk bersandar pada dinding tebing.

​Tim Basarnas bersama relawan gabungan segera melakukan proses evakuasi vertikal untuk mengangkat jenazah kedua korban dari dasar tebing. Setelah berhasil dievakuasi, kedua jasad langsung dilarikan ke RSUD Wonosobo untuk menjalani pemeriksaan medis.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Pemakaman

Kepala Desa Krinjing, Mulno, yang bertindak sebagai pelapor, mengonfirmasi bahwa kedua warganya kini telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim dokter RSUD Wonosobo, dr. Asri Maulana Anggraini dan dr. Nolim Istiqomah, M., dipastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh kedua korban.

Hasil Visum Dokter :
​Jenazah Arfin Nurohmat: Mengalami patah tulang pada kedua tangan dan kaki kanan, memar di tangan, serta kulit terkelupas.

​Jenazah Yufaidin: Mengalami luka memar di bagian wajah/kepala serta patah pada kedua tangan.

​Tim medis memperkirakan kedua korban telah meninggal dunia lebih dari 48 jam sebelum ditemukan, konsisten dengan benturan hebat akibat terjatuh dari ketinggian tebing.

Setelah seluruh proses administrasi dan pemeriksaan di RSUD Wonosobo selesai, jenazah kedua remaja tersebut langsung dibawa pulang ke desa asal untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kontributor : Suparno
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Sinergi Gerakan Berkemajuan: PDM Wonosobo Gelar Studi Tiru k... Selanjutnya Ajarkan Kasih Sayang pada Makhluk Hidup, MI Hamka Wonosobo B...
Komentar

Apresiasi kepada team relawan yg telah berjibaku dalam pencarian.dan sebagai pembelajaran bagi yg mau mendaki.karena mendaki gunung tdk cukup modal kuat saja...

Semoga husnul hati mah.. Data Terima kasih kepada para team pencarian korban yg telah bertugas mencari selama 2 Minggu.. Semoga menjadi kadang pahala para relawan.

Tinggalkan Komentar