KABAR 4 menit baca

Sinergi Gerakan Berkemajuan: PDM Wonosobo Gelar Studi Tiru ke PCM Wonosari, Siap Replikasi Keunggulan di 17 Cabang

Rudi Pramono 13 Juli 2026 96 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM- GUNUNGKIDUL – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo resmi menggelar agenda Rihlah Dakwah dan Studi Tiru ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonosari pada Ahad (12/7/2026). 

Bertempat di Aula SD Muhammadiyah Mujahidin Wonosari, kunjungan strategis ini bertujuan untuk menyerap energi inspirasi, inovasi manajemen, serta strategi pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berhasil membawa PCM Wonosari masuk ke dalam jajaran 10 besar cabang terbaik nasional.

Kunjungan disambut hangat oleh jajaran pleno PCM Wonosari.

Dalam sambutan selamat datangnya, Bendahara Sugiarto, S.E.I., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran rombongan dari Wonosobo. Beliau memuji bahwa kerja keras PCM Wonosari sejatinya merupakan miniatur dari kerja-kerja tingkat daerah.

​"PCM Wonosari ini dianggap sebagai PCM unggul, sehingga kita bisa saling meniru. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kami juga terinspirasi dari terobosan PDM Wonosobo. Melalui forum silaturahmi seperti ini, lahir banyak pejuang dakwah dan penggerak amal usaha baru di persyarikatan," ungkap Sugiarto dengan penuh keakraban.

Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen, menegaskan bahwa kehadiran rombongannya bukan sekadar kunjungan formal antardaerah. "Kami datang ke sini hadir sebagai keluarga, bukan sekadar sebagai tamu biasa. Kedatangan PDM Wonosobo tidak hanya untuk melakukan studi tiru, tetapi kami ingin mendapatkan inspirasi mendalam, merawat spirit gerakan, serta mereplikasi manajemen unggul yang nantinya akan kami tularkan ke 17 Cabang dan 144 Ranting di seluruh Kabupaten Wonosobo," tegasnya.

​Dalam paparan profil yang disampaikan secara interaktif oleh Sumiat, PCM Wonosari memaparkan sejarah panjangnya yang berdiri sejak 65 tahun lalu, tepatnya pada 28 Dzulqoidah 1379 Hijriyah atau 24 Mei 1960 melalui SK Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Berawal dari cikal bakal pengajian door-to-door di PRM Piaman, kini PCM Wonosari mengelola total ribuan jamaah dan AUM pendidikan unggulan dengan jumlah murid mencapai 850 anak.

Keberhasilan ini ditopang oleh 6 pilar aspek keunggulan utama:

1. Pembinaan Jamaah Terintegrasi:
Mengaktifkan gerakan dakwah di 14 Ranting. Menjalankan program inovatif Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) yang diisi oleh 14 mubaligh tersertifikasi untuk membina 126 masjid secara terjadwal. Pembiayaan transportasi mubaligh sepenuhnya ditanggung oleh KMM melalui sinergi AUM produktif dan kolaborasi sekolah (SD, SMP, SMA).

2. Kepemimpinan Organisasi dan Manajemen Modern: Konsisten menggelar rapat rutin minimal satu minggu sekali, tertib administrasi, implementasi transparansi keuangan total, serta tata kelola pengadaan kantor yang representatif.

3. Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Kemasyarakatan: Mengembangkan jaringan retail komersial 'WarungMU', optimalisasi gerakan ZIS melalui Lazismu, gerakan 'Aku Cinta Muhammadiyah', program bedah rumah berkelanjutan, dan Layanan Ambulanmu.

4. Pengembangan AUM Unggulan Spesifik: Membangun pusat wisata manasik haji dan umrah terpadu, pusat edukasi rukti jenazah, hingga penyediaan makam muslim komplit 'Pangruti Layon' yang dikelola profesional.

5. Kaderisasi dan Partisipasi AMM: Memberikan ruang strategis bagi Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Tapak Suci (TS), dan IPM. Komposisi kepengurusan PCM Wonosari secara progresif menempatkan 30% kader berusia di bawah 40 tahun.

6. Penguasaan Media Digital dan Informasi: Memanfaatkan secara masif platform Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube untuk amplifikasi syiar dakwah digital secara masif.

Inovasi Dakwah Menggembirakan: "Kringgg Plencing" hingga Voucher Belanja

​Dalam sesi dialog yang berjalan cair dan penuh kegembiraan, Ketua PCM Wonosobo H Yakino mengajukan pertanyaan mendalam mengenai rahasia keunikan PCM Wonosari sehingga mampu menembus finalis 10 besar nasional.
​Menjawab hal tersebut, Ust. Wahyudi menjelaskan bahwa pondasi utama PCM Wonosari adalah rumusan PDP (Pembinaan, Dukungan, dan Pelayanan).

Salah satu program unggulan yang mencuri perhatian adalah PCM Mengaji yang digelar rutin setiap dua bulan sekali pada hari Sabtu jam 08.00 WIB. Acara ini mampu menyedot kehadiran 2.000 hingga 4.000 jamaah secara konsisten.
​Konsep pengajian dikemas secara kreatif dan menggembirakan layaknya wisata religi.

Setiap anggota diberikan stimulus bernilai Rp100.000 terintegrasi dengan berbagai layanan langsung di lokasi seperti stan potong rambut gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, aksi donor darah, serta pasar desa berbasis voucher belanja 'WarungMU' dan area petik sayur segar (Pasar Desa Mataraman). 

Di sektor pelayanan sosial kemasyarakatan, armada Ambulanmu PCM Wonosari memiliki jargon unik "Kringgg Plencing", yakni jaminan pelayanan super cepat di mana dua unit mobil ambulan akan langsung berangkat seketika panggilan telepon diterima untuk melayani antar jemput pasien atau pengantaran jenazah secara gratis.

'​Strategi Penguatan Ranting dan Replikasi Sistem KMM

​Sebagai langkah konkret pembinaan akar rumput, PCM Wonosari menerapkan aplikasi database digital terpadu untuk memetakan kondisi riil seluruh masjid dan jamaah. Melalui sistem ini, kegiatan lintas ranting dipantau ketat di mana setiap Ketua Ranting dapat menyampaikan masalah utama secara langsung untuk kemudian dirangkum dan dianalisis dalam rapat pleno PCM.

​Untuk mengatasi masalah kekosongan ustadz di 160 masjid wilayah Wonosari yang mayoritas belum memiliki pengajian rutin, PCM membentuk tata kelola manajemen KMM yang dilembagakan secara profesional layaknya AUM produktif. Para guru mengaji di masjid diberikan SK resmi, kurikulum pengajaran tafsir/ibadah yang terstandar dari Majelis Tarjih, jadwal mengajar berkala, serta evaluasi performa di akhir bulan disertai pemberian honor reguler yang bersumber dari dana kolektif KMM.

Menanggapi pemaparan luar biasa tersebut, PDM Wonosobo berkomitmen untuk mengadopsi model gerakan ini untuk penguatan internal di daerah asal.

Perwakilan PCM Kertek, Trisno Sujati, dalam sesi tanya jawab langsung meminta salinan buku panduan dakwah dan konsep manajemen makam tersebut.

​Sebagai tindak lanjut, PDM Wonosobo berencana memperkuat struktur Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) melalui program "Sapa Ranting", standarisasi fungsi masjid sebagai pusat inspirasi jamaah, penyusunan buku panduan takziah dan pengurusan jenazah resmi, hingga wacana penyelenggaraan "PRM Award" bagi 18 PCM guna memicu iklim kompetisi positif di akar rumput.

Kunjungan diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling menguatkan gerakan dakwah Muhammadiyah yang inklusif, berkemajuan, dan menggembirakan.

Kontributor / Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Sinergi Ekonomi Dakwah, PDM Wonosobo Rihlah dan Studi Tiru k...
Komentar

MasyaAlloh......kring plencing tayang nya....luar biasa.....smg sukses selalu tuk pdm dan pcm se Wonobo

Tinggalkan Komentar