MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - SLEMAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo berkomitmen memperkuat basis gerakan dan kemandirian ekonomi organisasi.
Langkah ini diwujudkan melalui agenda rihlah dakwah dan studi tiru ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nogotirto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Acara yang berlangsung interaktif ini dipusatkan di Gedung Dakwah PRM Nogotirto pada Ahad (12/7/2026) Rombongan besar berjumlah 73 orang dari PDM, PCM, PDA UPP serta karyawan Sekretariat PDM ini membawa Semangat Replikasi untuk Perubahan Nyata
Dalam pesan sebelum keberangkatan, Ketua PDM Wonosobo Bambang Wen menegaskan bahwa kunjungan ini harus melahirkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan jejak yang konkret.
Ketua PRM Nogotirto, Purwanto, memaparkan gambaran umum wilayahnya yang mengoordinasikan 11 Ranting Muhammadiyah dari 6 kelurahan, 7 Ranting Aisyiyah, serta mengelola 3 masjid dan 7 mushola.
Purwanto mengisahkan, melalui proses perjuangan yang cukup panjang, PRM Nogotirto kini telah bertransformasi pesat. "Dulu kami hanya mengurusi pengajian dan organisasi belaka. Namun sekarang, alhamdulillah sudah berkembang memiliki gedung dakwah sendiri hingga perusahaan jasa," ungkapnya.
Berkat konsistensi tata kelola organisasinya, PRM Nogotirto berhasil meraih peringkat ke-2 Nasional sebagai Ranting Terbaik dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award 2024. Kendati demikian, Purwanto mengakui bahwa mempertahankan prestasi tersebut merupakan tantangan yang tidak mudah
Dalam sambutannya Ketua PDM Wonosobo, Bambang WEN menyampaikan bahwa kehadiran disini bukan sebagai tamu, melainkan sebagai saudara.
"Kami hanya membawa hati untuk merasakan, mata untuk melihat, dan semangat untuk mereplikasi semua praktik baik yang ada, disesuaikan dengan kondisi Cabang dan Ranting masing-masing untuk disebarkan ke daerah kami," ujar Bambang Wen dalam sambutannya.
Ia menambahkan, studi tiru ini menerapkan metode pendidikan andragogi (pembelajaran orang dewasa). Mengingat para peserta mayoritas merupakan mubalig dan penceramah, mereka tidak perlu diceramahi secara teoretis, melainkan langsung melihat realitas di lapangan, menyerap ilmunya, dan menerapkannya.
"Harapan kami, tahun-tahun depan akan lahir Ranting Muhammadiyah yang unggul dan mandiri (CRM) dari Wonosobo," imbuhnya sembari menceritakan pentingnya membangun jejaring luas di tingkat nasional.
Daya pikat PRM Nogotirto : PT Qumiirato : Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan dan Keamanan
Dalam sesi pemaparan materi profil dan kegiatan, Anggota PCM Nogotirto Heru Prasetya menjelaskan fase titik balik PRM Nogotirto. Sejarah mencatat, saat STIKES 'Aisyiyah (sekarang UNISA Yogyakarta) berkembang pada tahun 2012, pihak Unisa minta PRM Nogotirto untuk menyediakan layanan kebersihan dan Keamanan Kampus
Langkah ini diwujudkan lewat pendirian PT Qumiirato, unit bisnis milik ranting yang bergerak di bidang penyedia jasa cleaning service dan satuan pengamanan (Satpam) yang terus berkembang secara profesional
Direktur PT Qumiirato, Imron Sayuti, memaparkan bahwa hingga saat ini perusahaan telah mempekerjakan sekitar 80 karyawan yang ditempatkan di mitra strategis seperti UNISA, RS PKU Muhammadiyah, hingga SMA Muhammadiyah 3 dan MBS.
Unit bisnis ini juga aktif menjalankan program pembinaan rohani berkala bagi para karyawannya.
Selain bisnis profesional, sayap sosial PRM Nogotirto tetap berjalan kokoh melalui gerakan inti (core) pengajian, santunan anak yatim, hingga pelibatan aktif Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)
Diskusi Interaktif Penguatan Ranting
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis. Ketua PCM Wonosobo H. Yakin melontarkan pertanyaan mengenai efektivitas Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) apakah mampu menjadi benih tumbuhnya Ranting baru. Pertanyaan kritis juga datang dari H. Gendut Waskito mengenai pengelolaan dana sosial berupa pinjaman tanpa jasa untuk warga.Sementara itu, perwakilan PCM Sapuran, Ilham Akbar, mendalami aspek manajerial terkait besaran pendapatan PT Qumiirato, pengelolaan aset, serta bagaimana skema kontribusi finansial perusahaan tersebut dalam menyokong dakwah Ranting Muhammadiyah.
Melalui studi tiru ini, para Pimpinan Muhammadiyah Daerah dan Cabang Wonosobo membawa pulang formula penting: dengan ditopang oleh kekuatan ekonomi yang mandiri, sayap dakwah persyarikatan terbukti dapat mengepak lebih lebar, memperluas bidang garap, sekaligus mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Kontributor/Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!