KABAR 3 menit baca

PDM Wonosobo kirim 8 Peserta Ikuti Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Regional Kedu di Kebumen

Rudi Pramono 11 April 2026 47 views

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM - Dalam rangka mencetak tenaga profesional di bidang Pembrdayaan Masyarakat sebagai upaya memperkuat pilar pemberdayaan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Angkatan Pertama untuk Regional Kedu. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 10-12 April 2026 ini, bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Kebumen.

Dalam perhelatan strategis ini, PDM Wonosobo mengutus 8 orang anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Wonosobo, yaitu : Muhammad Yusril, Aji Setiawan, Ahmad Rozaki, Tedi Hariadi, Eko Nandang Harjo, Farid Nurul Hakim, Verial Nur Atian dan Rohmanto yang diharapkan  menjadi tenaga-tenaga pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan potensi ekonomi dan sosial di wilayah Kabupaten Wonosobo

SEKAM Regional Kedu tahun 2026 ini mengusung tema besar "Membentuk Kader Penggerak Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat yang Berkemajuan". Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari enam daerah di eks-Karesidenan Kedu, yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.

Penyelenggaraan SEKAM dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan dan kapasitas dalam melakukan kerja-kerja pemberdayaan, terutama bagi kelompok petani, nelayan, disabilitas, dan masyarakat marginal lainnya. Melalui pelatihan ini, MPM PWM Jawa Tengah menargetkan lahirnya fasilitator pemberdayaan yang mampu mendampingi masyarakat dari tahap perencanaan hingga implementasi program.

Selama pelatihan, peserta akan dibekali dengan kurikulum yang memadukan teori ideologis dan praktik teknis. Materi yang diberikan terbagi menjadi tiga kategori utama:

Materi Dasar: Peserta mendalami Falsafah Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah serta memahami peran dan fungsi strategis fasilitator di tengah masyarakat.

Materi Pokok: Fokus pada kemandirian ekonomi melalui mekanisme pengajuan dana bantuan kredit untuk UMKM bekerja sama dengan Bank Jateng Syariah, serta pengenalan Model Bisnis Ekosistem Usaha Pertanian Terpadu Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM).

Materi Praktik: Peserta terjun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan budidaya padi dan komoditas hortikultura unggulan daerah.

Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, brainstorming (curah gagasan), tugas kelompok, hingga praktik lapangan untuk memastikan setiap kader memiliki keterampilan yang memadai yang akan memberikan dampak yang luas baik personal maupun organisasi

Berikut adalah beberapa poin penting yang didapatkan untuk masa depan:

Penguatan Ideologi Dakwah : bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar bantuan sosial, melainkan manifestasi visi misi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang nyata dalam meningkatkan taraf hidup umat.

Akses Finansial dan Kemandirian UMKM Dengan materi mekanisme kredit UMKM, menjadi jembatan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk mengakses modal usaha yang syar'i. Ini adalah bekal berharga untuk menggerakkan ekonomi lokal yang selama ini sering terkendala masalah permodalan.

Inovasi Pertanian Melalui JATAM Sebagai wilayah yang agraris, Wonosobo sangat membutuhkan model bisnis pertanian terpadu. Ilmu mengenai JATAM dan praktik hortikultura akan memungkinkan peserta untuk menginisiasi "Produk Unggulan Tematik" di tingkat Cabang atau Daerah.

Penciptaan Infrastruktur Organisasi yang Kuat Partisipasi ini mendukung target MPM untuk mewujudkan satu fasilitator di setiap PCM dan tersusunnya minimal satu proposal pemberdayaan per PDM.

Artinya follow up dari acara ini akan langsung diikuti dengan penyusunan rencana aksi nyata (proposal) untuk diimplementasikan di Wonosobo

Melalui pelatihan SEKAM ini, diharapkan muncul tenaga profesional yang mampu menggerakkan ekosistem pemberdayaan di akar rumput. Bagi PDM Wonosobo, forum ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat yang berkemajuan dan mandiri secara ekonomi.

Kegiatan ini secara resmi dikelola oleh kepanitiaan dari MPM PWM Jawa Tengah, MPM PDM Kebumen, dan PCM Gombong, dengan menghadirkan para pakar dari Dewan Pakar MPM PWM serta praktisi profesional di bidang pertanian. Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi kader muda Muhammadiyah lainnya untuk terus terlibat aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

Kontributor / Editor : Rudyspramz

Sebelumnya TAUHID AR-RUBUUBIYYAH DAN TAUHID AL-ULUUHIYYAH DALAM TAFSIR... Selanjutnya PDM Wonosobo Gelar Rakor Evaluasi Program hingga Rencana Stu...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar