MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM, — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo menggelar Safari Ramadan putaran ke-17 sekaligus putaran terakhir di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojotengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Darussalam Kalibeber pada Kamis (11/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pleno PDM Wonosobo, PCM Mojotengah, PCA, PRM, organisasi otonom (Ortom), serta warga Muhammadiyah di wilayah Mojotengah.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Mojotengah Slamet S Pd. menyampaikan sejumlah program yang sedang dijalankan oleh PCM Mojotengah, terutama dalam bidang kemandirian ekonomi. Salah satu program unggulan adalah pengembangan 13 unit Ekonomi di seputaran Kalibeber dan keberhasilan Masjid Darussalam Kalibeber sebagai Masjid Unggulan Nasional yang menjadi bagian dari percontohan nasional bersama lima Cabang lainnya.
Selain itu, PCM Mojotengah juga tengah mendorong pembangunan Kampus 2 MIM Kalibeber dengan anggaran sekitar Rp2,7 miliar. Pembangunan sekolah tersebut direncanakan berdiri tiga lantai di kawasan Lapangan Muhammadiyah Kalibeber.
“Kami juga terus memperkuat organisasi otonom, khususnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Menariknya, pengembangan IPM di Mojotengah tidak hanya berbasis sekolah tetapi juga berbasis masyarakat di desa-desa,” jelas Slamet.
Sementara itu, Ketua PDM Wonosobo Bambang Wen menyampaikan bahwa Safari Ramadan di PCM Mojotengah merupakan putaran ke-17 sekaligus penutup dari rangkaian Safari Ramadan yang dilaksanakan PDM Wonosobo tahun ini.
Menurutnya, perkembangan Muhammadiyah di berbagai cabang menunjukkan dinamika yang sangat positif.
“Saat ini semua cabang dan amal usaha Muhammadiyah membangun tanpa henti. Tiada hari tanpa berbagi,” ujar Bambang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan MIM Hamka Kalibeber, Kristiadi, melaporkan progres pembangunan kampus yang saat ini telah memasuki tahap pembersihan lahan, serta persiapan konstruksi.
Ia menambahkan bahwa pembangunan tersebut mendapat dukungan dari para donatur yang siap membantu, termasuk dalam bentuk material bangunan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz H. Sholeh Yahya mengajak umat Islam menjadi muslim yang tercerahkan dengan mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial kemanusiaan.
Menurutnya, umat Islam harus berkontribusi membebaskan manusia dari berbagai penyakit peradaban seperti ketidakadilan, kekerasan, korupsi, perbudakan modern, diskriminasi, hingga pelecehan terhadap martabat perempuan dan anak.
“Masjid penuh dengan ibadah yang tekun, tetapi jika belum mampu mengangkat nasib umat, apalagi masih ada yang lapar, maka apakah sholat kita akan diterima ? menjadi bahan renungan bagi kita semua,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik, baik untuk ibadah, perjuangan sosial, maupun keluarga.
“Di tengah intensitas penggunaan HP yang tinggi, apakah kita masih menyediakan waktu untuk keluarga, berbincang dengan anak, istri, atau suami, serta menjalin silaturahmi dengan saudara?” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas bagaimana waktu digunakan apakah untuk beribadah berjuang, dan membangun keluarga atau tidak.
Menjelang akhir Ramadan, Ustd Sholeh mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah dan menata ulang ibadah, pikiran, serta perbuatan kita.
“Ramadan sudah memasuki minggu terakhir. Ini adalah saat-saat penting untuk memperbaiki diri agar kita dapat meraih keberkahan, termasuk Lailatul Qadar,” pungkasnya.
'Kontributor : Fajar
Editor : Rudysprsmz

Comments
No comments yet. Be the first to comment!