KABAR 2 menit baca

Muharram Ceria Lazismu Wonosobo Di Wadaslintang : Dari Sunatan Massal, Bedah Rumah, hingga Pemberdayaan Petani Gula Jawa

Rudi Pramono 15 Juli 2026 37 views

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM  – Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Wonosobo menggelar program aksi sosial bertajuk "Muharram Ceria". Acara yang berlangsung di Komplek SMK Muhammadiyah Wadaslintang pada Sabtu (11/7/2026) ini memadukan penguatan kepekaan sosial dengan mendorong kemandirian ekonomi umat.

Rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk Tabligh Akbar ini dihadiri oleh ratusan warga, kader Muhammadiyah, serta jajaran pimpinan daerah dan kecamatan.

Sinergi Sosial : Layanan Kesehatan dan Santunan Yatim

Dalam aksi kemanusiaan kali ini, Lazismu menghadirkan layanan kesehatan gratis berupa khitanan massal yang diikuti oleh lima anak dari keluarga kurang mampu. Selain pelayanan kesehatan, suasana haru sekaligus bahagia tampak saat penyerahan santunan kepada 20 anak yatim, piatu, dan dhuafa. Bantuan ini diberikan agar anak-anak tersebut dapat menyambut momentum tahun baru Islam dengan penuh optimisme.

Bedah Rumah di Desa Limbangan

​Komitmen Lazismu dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat juga diwujudkan melalui program bedah rumah layak huni. Pada kesempatan ini, bantuan renovasi total diserahkan secara simbolis kepada Bapak Jemu Apriliyanto, warga Desa Limbangan, Wadaslintang. Melalui perbaikan hunian ini, diharapkan penerima manfaat bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan sehat.

Dorong Kemandirian Ekonomi Petani Gula Jawa

​Tidak sekadar menyalurkan bantuan konsumtif, Lazismu berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Wadaslintang meluncurkan program pendampingan pemberdayaan ekonomi yang berfokus pada petani gula jawa setempat. Program berkelanjutan ini mencakup peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga perluasan akses pasar digital agar nilai ekonomi produk lokal meningkat signifikan.

​Direktur Lazismu Wonosobo, Tabah S. Pambudi, menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus dikelola secara produktif agar membawa dampak jangka panjang. "Semangat Muharram adalah momentum memperkuat solidaritas sosial sekaligus membangun kemandirian umat. Kami berharap program ini mampu menginspirasi banyak pihak untuk bersama-sama menebarkan kepedulian," ujarnya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Sponsor

​Kegiatan berskala besar ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wadaslintang. Hadir di lokasi acara di antaranya Camat Wadaslintang, Kapolsek, Danramil, serta Lurah Wadaslintang yang menyatakan dukungannya terhadap sinergi lembaga filantropi dan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

​Kesuksesan perhelatan Muharram Ceria 1448 H ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai mitra strategis dan sponsor, antara lain RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, BMT Marhamah, BMT Tamzis, Kedai Ongklok, BUMD PDAM Tirta Aji, Carica Gemilang, Lontong Tetel, dan Roti Gembong Gandem.

Kontributor : Tabah
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Dialektika Thawabit dan Mutaghayyirat: Sintesis Pemikiran Ke... Selanjutnya Muhammadiyah dan Tawassul
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar