MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM – Ratusan personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cakra Bayu menggelar Apel Siaga dalam rangka memperingati Milad KOKAM ke-61, Ahad (18/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman SMA Muhammadiyah Wonosobo dengan dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah serta kader KOKAM.
Apel siaga ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan personel KOKAM dalam menjalankan tugas pengabdian kepada persyarikatan, umat, dan bangsa.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Wonosobo, Adinda Satria Bagus, dalam amanatnya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Panglima Tinggi KOKAM, Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang semula dijadwalkan menjadi inspektur apel. Menurutnya, Dzulfikar mendadak mendapat panggilan ke Istana Negara sehingga tidak dapat hadir di Wonosobo.
Dalam pesannya, Adinda menekankan bahwa keteguhan tauhid harus senantiasa bersemayam di dada setiap kader KOKAM dan menjadi ruh dalam perjuangan serta pengabdian.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan ilmu untuk kemaslahatan umat dan sesama manusia. Menurutnya, kebermanfaatan seorang kader harus dimulai dari hati yang baik, perilaku yang terpuji, serta kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai luhur Muhammadiyah.
“Kebermanfaatan dimulai dari indahnya hati, indahnya perilaku, dan indahnya pribadi-pribadi KOKAM,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
KOKAM dan Semangat Menjaga Keutuhan NKRI
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, Bambang WEN, dalam penyampaiannya mengajak seluruh personel untuk memahami kembali sejarah dan semangat perjuangan KOKAM.
Ia menjelaskan bahwa istilah PERKASA bukan sekadar akronim dari Pertahanan Kalimat Syahadat, tetapi juga mencerminkan semangat keteguhan iman dan komitmen perjuangan. KOKAM lahir dari konteks sejarah bangsa, ketika situasi nasional pascaperistiwa Gerakan 30 September 1965 mendorong kader muda Muhammadiyah untuk mengambil peran dalam menjaga bangsa dan negara.
Bambang mengajak seluruh kader agar bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah dan menjalankan pengabdian kepada negara melalui persyarikatan.
“Banggalah dengan percaya diri menjaga negara melalui persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya kepada seluruh peserta apel.
Kesiapsiagaan, Disiplin, dan Ketegasan Komando
Sementara itu, Kepala Staf Operasi KOKAM, Taufiq, menegaskan bahwa apel siaga merupakan bentuk kesiapan personel dalam menjaga aset Muhammadiyah serta mendukung pelaksanaan tugas organisasi sesuai arahan pimpinan.
Ia menekankan bahwa setiap personel harus memahami garis komando, menjaga kedisiplinan, dan bertindak secara terukur. Kesiapsiagaan bukan berarti bergerak tanpa arahan, melainkan memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas ketika diperlukan.
“Menunggu aba-aba dari pimpinan, baru bergerak. Komando tegak lurus dan tetap terukur,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya profesionalitas, koordinasi, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas KOKAM.
Ditutup dengan Penyerahan Sertifikat Diklat KOKAM Pelajar
Rangkaian kegiatan Apel Siaga Milad KOKAM ke-61 ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para alumni Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklat Dasar) KOKAM Pelajar tahun 2026.
Penyerahan sertifikat ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi para kader muda yang telah mengikuti proses pendidikan dan pelatihan dasar sebagai bekal dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam kegiatan organisasi.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah dan seluruh peserta.
Melalui peringatan Milad ke-61 ini, KOKAM Cakra Bayu Wonosobo meneguhkan kembali semangat pengabdian yang berlandaskan tauhid, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Lebih dari sekadar seremoni, apel siaga menjadi pengingat bahwa kader KOKAM dituntut untuk senantiasa siap, tangguh, dan bermanfaat bagi persyarikatan, masyarakat, serta bangsa dan negara.
Kontributor : Taufiq Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!