KABAR 3 menit baca

Meneguhkan Ideologi dan Pelayanan Unggul Islami, Puluhan Karyawan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Ikuti Baitul Arqam di Lodji Marong

Rudi Pramono 20 Juni 2026 33 views

MUHAMMADIYAH​WONOSOBO.COM – Dalam rangka meneguhkan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah dan mewujudkan Pelayanan Unggul Islami, Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo menggelar Baitul Arqam 1 Tahun 2026. Kegiatan intensif ini berlangsung di Lodji Marong Kertek selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (20-21/6/2026).

​Pelatihan yang diikuti oleh 34 peserta—terdiri dari 13 laki-laki dan 21 perempuan yang didominasi oleh profesi dokter serta perawat ini mencerminkan regenerasi yang dinamis. Komposisi peserta tercatat diisi oleh 21 generasi milenial dan 13 generasi Z.

'​Meluruskan Niat: Pengabdian di Atas Nilai Materi

​Dalam sambutannya, Wakil Direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, Iswo Prayogo, menekankan pentingnya meluruskan niat dalam berkhidmat di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kesehatan. Menurutnya, Baitul Arqam harus menjadi momentum peneguhan komitmen agar bekerja di RS PKU tidak semata-mata diukur karena maisyah (materi duniawi).

​"Kita harus meluruskan niat bahwa di PKU ini adalah bentuk pengabdian kepada Allah. Jika tujuan kita adalah akhirat, maka urusan dunia pasti akan ikut terpegang. Kita bergerak bukan karena iming-iming duniawi, melainkan karena keyakinan bahwa bermuhammadiyah akan mengantarkan kita ke pintu surga Jannatun Na'im," ujar Iswo Prayogo.

​Ia juga berbagi kisah personalnya yang lahir di lingkungan Nahdliyin, namun mengenal Muhammadiyah melalui aktivitas politik hingga akhirnya aktif berjuang di persyarikatan. Iswo meyakini, demikian pula keberadaan peserta di AUM yang kemudian mengenal dan menjadi Muhammadiyah merupakan bagian dari ketetapan dan jalan Allah SWT.

​Lebih lanjut, keaktifan para karyawan di tingkat Cabang danRanting Muhammadiyah ke depan akan menjadi instrumen penilaian resmi. Keaktifan ini masuk dalam Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi dasar bagi divisi SDI PKU untuk memberikan apresiasi kepada karyawan sebagai bagian dari loyalitas kepada Persyarikan.

​'Menuju Kader yang Militan dan Kompeten

​Sementara itu, Wakil Ketua PDM Bidang MPK dan AMM, Khanif Rosyadi, menjelaskan bahwa format Baitul Arqam saat ini mengalami transformasi waktu. Jika dahulu pelatihan ideologi ini bisa memakan waktu hingga dua minggu, kini dipadatkan menjadi dua hari tanpa mengurangi esensi substansinya.

​Khanif menitipkan empat harapan besar kepada seluruh peserta Baitul Arqam :​ 
1. Mempelajari dan memahami secara mendalam ideologi Muhammadiyah serta tata kelola organisasi.
2. ​Mengamalkan ajaran agama Islam sesuai dengan paham dan manhaj Muhammadiyah.
3. ​Mampu menyelesaikan segala persoalan kehidupan secara Islami sesuai tuntunan persyarikatan.
4. ​Menjadi kader yang militan sekaligus kompeten di bidangnya.

'​Beragam Kompetensi untuk Kejayaan Persyarikatan

​Hadir memberikan penguatan ideologi, Wakil Ketua  (PWM) Jawa Tengah, Jumari. Ia mengagumi visi besar para pendahulu Muhammadiyah yang mampu mendirikan rumah sakit secara mandiri, yang lahir dari kebutuhan nyata untuk umat

​"Hebatnya Muhammadiyah Ustd2 bisa mendirikan Sekolah/PT/RS apakah bisa Dokter mendirikan RS.?" katanya berkelakar, lebih lanjut dari kebutuhan Sekolah dan RS terhadap tenaga kependidikan dan kesehatan maka Muhammadiyah bisa mengumpulkan kader dengan beragam latar belakang kompetensi.

"Para Karyawan RS PKU di Masyarakat akan diidentikkan/melekat dengan Muhammadiyah itu adalah sebuah anugerah sekaligus amanah, karena masyarakat memandang kita lebih Islami dan akan disorot sejauh mana ucapan dan perilakunya," ungkap Jumari.

​Namun, Jumari juga memberikan peringatan keras akan pentingnya komitmen ideologis. Ia mengibaratkan dinamika organisasi seperti sejarah masa lalu, di mana pihak yang tidak tercerahkan atau tidak mau menjadi kader sejati justru berpotensi merugikan rumahnya sendiri, layaknya diaspora yang melupakan tuan rumahnya.

​"Baitul Arqam ini digelar agar Anda semua tidak hanya tahu tentang Muhammadiyah, tetapi benar-benar menjadi Muhammadiyah yang utuh," pungkasnya.

Acara Pembukaan kemudian dilanjut dengan Serah Terima Peserta dari RS PKU kepada MOT dari Tim Instruktur MPK-SDI PDM Wonosobo dan dilanjut foto bersama

Kontributor / Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Di Tengah Kritik Tajam Terhadap MBG, Muhammadiyah Tidak Perl... Selanjutnya Percepatan Program Digitalisasi Organisasi PCM Wonosobo Gela...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar