KABAR 2 menit baca

BukanSekadar Cetak Gol, PDM Wonosobo Cup 2026 Jadi Kawah Candradimuka Pemimpin Masa Depan

Rudi Pramono 06 Juli 2026 93 views
BukanSekadar Cetak Gol, PDM Wonosobo Cup 2026 Jadi Kawah Candradimuka Pemimpin Masa Depan

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM​ – Semangat sportivitas dan persaudaraan membakar atmosfer Stadion Gelora Pancasila Wonosobo. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo melalui Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) resmi menggelar turnamen sepak bola bergengsi, PDM Wonosobo Cup 2026. Kompetisi perdana ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 5 hingga 19 Juli 2026.

​Dalam sambutan pembukaannya, Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen, menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh kader dan peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang seremonial atau penggunaan fasilitas olahraga biasa.

​"Hari ini kita tidak hanya membuka lapangan, tetapi kita membuka arena untuk menguji mental, sportivitas, dan persaudaraan," ujar Bambang Wen penuh semangat.

Filosofi Bola dan Dakwah Muhammadiyah

​Bambang Wen juga menggunakan analogi sepak bola untuk menggambarkan esensi pergerakan dakwah Muhammadiyah di era modern. Menurutnya, dinamika di lapangan hijau memiliki kemiripan ideologis dengan perjuangan organisasi.

"Bola itu bundar. Sama seperti dakwah kita. Dia harus terus menggelinding, tidak boleh berhenti. Kalau berhenti, dia mati. Kalau menggelinding, dia akan menabrak, membangun, dan memenangkan," tegasnya.

​Ia menambahkan bahwa target utama dari turnamen ini bukan sekadar mencari tim yang paling mahir menjebol gawang lawan. Lebih dari itu, ajang ini merupakan pembuktian kolektif atas kualitas generasi muda Muhammadiyah yang tangguh secara fisik, berakhlak mulia, dan memiliki spirit juang yang tinggi.

Tiga Pesan Penting Ketua PDM Wonosobo

​Guna menjaga marwah kompetisi, Bambang Wen menitipkan tiga pesan penting yang wajib diresapi oleh seluruh tim, official, maupun suporter :

1. Bermain seperti Pejuang : Kalah atau menang adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi, namun pantang menyerah adalah kewajiban karena Muhammadiyah tidak mengenal kata mundur.

2. Junjung Tinggi Sportivitas : Menghadapi kekhilafan wasit atau kecurangan lawan tidak boleh dibalas dengan makian atau kecurangan serupa. Sebaliknya, tunjukkan kesabaran dan doakan hal-hal baik sebagai bentuk latihan akhlak.

3. Kawah Candradimuka Kader : Lapangan hijau ini diharapkan menjadi laboratorium kepemimpinan.

Dari sinilah diharapkan lahir para Calon Pemimpin di PCM, PDM, AUM, Masyarakat Profesi, pemimpin Wonosobo hingga Pemimpin Bangsa di masa depan.

​Bambang Wen juga menegaskan bahwa trofi Piala Ketua PDM ini memiliki nilai filosofis yang tinggi. "Saya tidak mau pialanya hanya jadi pajangan di kantor PCM atau AUM. Saya mau piala ini jadi saksi, bahwa PCM dan AUM yang mengangkatnya adalah yang paling kompak, paling disiplin, dan paling menginspirasi anak muda lainnya," imbuhnya.

​Ia menutup sambutan dengan membakar motivasi para atlet, "Buktikan bahwa Muhammadiyah Wonosobo tidak hanya hebat di mimbar, tapi juga hebat di lapangan!"

Hasil Pertandingan Pembukaan : PCM Kertek Unggul

Ketegangan langsung tersaji pada laga pembuka PDM Wonosobo Cup 2026. Pertandingan sengit antara PCM Kertek melawan SMP Muhammadiyah 1 (Muhi) Wonosobo berakhir dengan skor 3:1. Kemenangan meyakinkan ini berhasil diamankan oleh skuad PCM Kertek


Foto Bersama Jajaran Pimpinan: Momen kebersamaan Ketua PDM Wonosobo Bambang Wen beserta jajaran panitia LSBO di tribun stadion

Kesiapan Perangkat Pertandingan: Potret ketegasan tim wasit berlisensi PSSI yang memimpin jalannya laga

Semangat jajaran pimpinan dan official saat memantau persiapan pertandingan pembuka

Prosesi Menyanyikan Lagu Kebangsaan: Rekaman visual saat kedua tim berdiri tegap menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya sebelum kick-off dimulai

Kontributor : Bambang                                 Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Usia Biologis yang Fana, Usia Karya yang Abadi : Refleksi Te...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar