KABAR 1 menit baca

Tanggap Bencana Sejak Dini, Siswa MI Muhammadiyah 'Butuh Kalikajar Ikuti Simulasi Gempa Bumi

Rudi Pramono 16 Juli 2026 6 views

MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM – Sebagai upaya membangun kesiapsiagaan dan menanamkan budaya tanggap bencana sejak dini, MI Muhammadiyah Butuh, Kalikajar menggelar kegiatan Mitigasi dan Simulasi Bencana Gempa Bumi pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini menyasar seluruh siswa dan guru agar memahami langkah penyelamatan diri yang tepat saat terjadi gempa.

​Dalam kegiatan ini, empat mentor berpengalaman Andika, Faidz, Narkodi, dan Anif Maulana diterjunkan langsung untuk memberikan materi serta memandu jalannya simulasi evakuasi.

Edukasi "Lindung, Berlindung, Keluar" untuk Siswa

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi. Tim mentor memberikan penjelasan interaktif mengenai karakteristik bencana gempa bumi serta mengenalkan jargon keselamatan standar: "Lindung, Berlindung, Keluar". Edukasi ini bertujuan memastikan siswa tidak panik dan tahu apa yang harus diprioritaskan saat merasakan guncangan.

​Setelah pembekalan materi selesai, seluruh warga sekolah langsung mempraktikkan ilmu tersebut melalui simulasi riil.

Skenario dimulai saat sirine tanda bahaya mendadak berbunyi secara lantang.
​Secara spontan, para siswa langsung mempraktikkan materi mitigasi dengan bersembunyi di bawah meja kelas masing-masing untuk melindungi kepala dari potensi runtuhan.

Setelah situasi dinilai aman, para guru mengarahkan siswa secara teratur untuk keluar ruangan menuju jalur evakuasi yang telah ditetapkan.

Evaluasi Penting : Budayakan Antri dan Jangan Panik

Seluruh siswa dan staf pengajar berhasil dievakuasi dengan selamat menuju titik kumpul utama di lapangan sekolah. Di akhir simulasi, tim pembimbing bersama pihak sekolah memberikan evaluasi mendalam mengenai jalannya peragaan penyelamatan tersebut.

​Guru memberikan arahan tegas mengenai pentingnya menjaga ketenangan serta membiasakan budaya mengantri dan tidak saling dorong saat melakukan evakuasi di koridor sekolah.

Sikap tenang dinilai menjadi kunci utama keselamatan kelompok dalam situasi darurat yang sebenarnya.

​Secara keseluruhan, kegiatan mitigasi bencana ini berjalan dengan aman dan lancar. Melalui peragaan berkala seperti ini, para siswa kini telah memahami secara matang peta jalur evakuasi serta fungsi titik kumpul aman yang berada di area lapangan terbuka sekolah.

Kontributor : Suparno
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Muhammadiyah dan Tawassul
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar