'MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM -MAGELANG – Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) / Panti Asuhan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (MCC) se-eks Karesidenan Kedu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengukuran Indeks Kinerja Amal Usaha Muhammadiyah/Aisyiyah Bidang Sosial (AUMSos). Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Putri 'Aisyiyah Pabelan, Mungkid, Kabupaten Magelang, Sabtu (3/10/2026). Hadir dari Panti Asuhan Muhammadiyah Wonosobo : Yakino Purdianto, Akhmad dan Rudi Pramono
Dipandu oleh Tim Training of Trainers (TOT) Karesidenan Kedu, pelatihan ini bertujuan menyamakan standar tata kelola, transparansi, serta penguatan kemandirian ekonomi panti asuhan di seluruh wilayah eks Karesidenan Kedu.
'Standar Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi
Ketua MPKS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Muh Nasikin, menegaskan pentingnya persepsi yang sama di antara pengurus dan pengasuh AUMSos. Bimtek Indeks Kinerja ini dirancang untuk memastikan seluruh LKSA memiliki standar operasional dan manajemen yang baku.
Di tengah tantangan penurunan sumbangan masyarakat, Panti Asuhan diimbau tidak semata bergantung pada donatur. Penguatan Unit Usaha Ekonomi Produktif (UEP) seperti pengelolaan kos-kosan, ruko, hingga strategi penggalian dana digital menjadi terobosan prioritas.
Untuk mendongkrak kemampuan tersebut, MPKS juga merencanakan pelatihan pemasaran digital (medsos) serta optimalisasi legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selain itu, pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sekolah Lansia berbasis panti disiapkan sebagai penopang pendanaan sekaligus wadah pengabdian sosial berkelanjutan.
'Landasan Teologis dan Diagnosis Kinerja
Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang, Sugiono, menyampaikan pesan teologis berbasis Surah Ibrahim ayat 24–25. Ia mengibaratkan AUMSos seperti pohon yang baik : memiliki akar yang kokoh, batang yang menjulang, serta terus memberikan manfaat tanpa henti.
Menurutnya, manajemen yang jelas dan berbasis indikator terukur adalah bentuk nyata keberlanjutan 'perjuangan panti.
Penyampaian materi pengukuran Indeks Kinerja AUMSos oleh Tim TOT, Mahfudz, menekankan bahwa instrumen ini berfungsi layaknya medical check-up. Pengukuran kinerja bertujuan mengidentifikasi kondisi objektif panti secara jujur guna mendorong perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar nilai.
Tim TOT dijadwalkan akan melanjutkan sosialisasi dan pengukuran Indeks Kinerja secara maraton ke 34 MCC/LKSA di seluruh wilayah eks Karesidenan Kedu.
Kontributor/Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!