Home > Article > Category > KABAR

Silaturahmi Ramadhan 1447 H, PDM Wonosobo Awali Safari ke PCM Wonosobo di Ranting Sariagung

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo (PDM) kembali menggelar agenda rutin Silaturahmi Ramadhan 1447 H dengan mengunjungi Cabang-Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Wonosobo. Kegiatan perdana dilaksanakan di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonosobo (PCM) yang bertempat di Ranting Sariagung pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Wonosobo, H. Yakino, S.Pd.,MM.Pd., menyampaikan laporan perkembangan dan aktivitas dakwah di tingkat cabang. Ia menjelaskan bahwa PCM Wonosobo secara rutin menyelenggarakan Pengajian Hari Bermuhammadiyah, Kajian Ahad Pahing (KAP) Kajian Sabtu Pahing (KSP), Kajian Keluarga Sakinah (KKS) serta Safari Ramadhan ke seluruh PRM se-Cabang Muhammadiyah Wonosobo.

“PCM Wonosobo memiliki 18 Ranting dengan kategori hijau. Dua 'Ranting terbaru adalah Sariagung dan Jlamprang. Meski secara administratif baru, rintisannya telah berjalan cukup lama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa PCM Wonosobo mengusung semboyan Unggul Berkemajuan dengan merujuk pada Risalah Islam Berkemajuan serta spirit QS Al-Anbiya ayat 107 tentang Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Sementara itu, Ketua PDM Wonosobo, Bambang WEN, dalam 'arahannya menegaskan bahwa Muhammadiyah tahun ini mengawali langkah dengan semangat persatuan umat. Ia menjelaskan dinamika ijtihad Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan hijriyah.

“Sebelumnya Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal dengan mathla’ lokal. Kini beralih ke Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menggunakan mathla’ global—satu hari satu tanggal. Ketika di ujung barat bumi hilal sudah terlihat, maka keesokan harinya kita masuk bulan baru,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak dalam posisi melawan pemerintah. “Muhammadiyah patuh pada aturan dan hukum negara. Namun dalam persoalan keagamaan, kita memiliki ijtihad dan keyakinan yang didasarkan pada kajian mendalam para ulama Muhammadiyah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap KHGT menjadi langkah awal persatuan umat Islam dunia. Bahkan, menurutnya, Ketua Umum Muhammadiyah pernah menyampaikan bahwa jika nama Muhammadiyah dianggap menghambat persatuan, maka cita-cita besar persatuan umat harus lebih diutamakan.

Dalam sesi tausiyah, Ustadz H. Haris Suharto mengingatkan kembali sejarah berdirinya Muhammadiyah sebagai buah dari pendalaman Al-Qur’an oleh Ahmad Dahlan. Ia menuturkan bahwa Kyai Dahlan mengkaji QS Al-Ma’un selama tiga bulan, kemudian melanjutkan dengan QS Al-‘Ashr selama tujuh bulan, hingga melahirkan gerakan Islam yang menekankan aksi nyata dan kebermanfaatan sosial.

Ia juga mengutip QS Ali Imran ayat 134 tentang karakter orang beriman, yakni mereka yang senantiasa berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, memaafkan kesalahan orang lain, dan gemar berbuat kebaikan.

Silaturahmi Ramadhan ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah, memperkuat konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen Muhammadiyah dalam mewujudkan Islam yang berkemajuan dan membawa rahmat bagi semesta.

Kontributor/Editor : Rudyspramz

Comments

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Reply