KABAR 2 menit baca

Selesai Jumrah Aqabah, KBIHU Gema Arafah Wonosobo Matangkan Skenario Lontar Hari Tasyrik

Rudi Pramono 31 Mei 2026 47 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM-​MINA-Manajemen pelaksanaan ibadah haji yang presisi terus ditunjukkan oleh KBIHU Gema Arafah Wonosobo di fase Mina.

Pasca-selesainya prosesi krusial melontar Jumrah Aqabah, jajaran pembimbing ibadah langsung bergerak cepat menggelar rapat koordinasi taktis bersama Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom), Kamis (28/5/2026).

Pertemuan ini difokuskan untuk melakukan evaluasi total sekaligus mematangkan rencana (planning) pergeseran jemaah menghadapi Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Evaluasi Validasi Fikih: Seluruh Jemaah Lolos Jumrah Aqabah

​Dalam koordinasi ketat tersebut, tim pembimbing melakukan verifikasi faktual satu per satu demi memastikan keabsahan syarat dan rukun haji jemaah asal Kabupaten Wonosobo.

Ada dua indikator utama yang dievaluasi secara mendalam oleh Karu dan Karom:

Status Pelaksanaan: Memastikan seluruh anggota tanpa terkecuali telah menunaikan kewajiban, baik jemaah yang melontar secara mandiri maupun jemaah udzur yang diselesaikan lewat skema badal (diwakilkan).

Kesempurnaan Lontaran: Memastikan secara syariat bahwa batu-batu kerikil yang dilontarkan oleh jemaah benar-benar masuk dengan sempurna ke dalam lubang sumur jamarat.

Hasil Pantauan Lapangan: Alhamdulillah, berdasarkan laporan valid dari para Karu dan Karom, seluruh jemaah KBIHU Gema Arafah terpantau 100% telah melaksanakan melontar Jumrah Aqabah dengan sah dan sempurna.

Strategi Hari Tasyrik : Pembagian 2 Periode

Lontar Jumrah
​Untuk menghadapi tantangan fisik yang lebih berat pada Hari Tasyrik di mana jemaah harus melontar tiga jumrah sekaligus (Ula, Wusta, dan Aqabah) manajemen KBIHU Gema Arafah kembali menerapkan strategi pembagian jadwal menjadi 2 periode pergerakan:

​1. Periode Reguler (Mengejar Waktu Afdal), Waktu Pergeseran: Dilaksanakan bakda (setelah) Zuhur.
​Target Jemaah: Diprioritaskan bagi jemaah yang memiliki ketahanan fisik prima dan kondisi kesehatan yang bugar untuk mengejar keutamaan waktu ibadah.

​2. Periode Khusus (Kondusif & Mitigasi Risiko), Waktu Pergeseran: Digeser pada sore hari, tepatnya bakda (setelah) Ashar. Target Jemaah: Khusus dialokasikan bagi jemaah lansia, risti (risiko tinggi), atau jemaah yang membutuhkan kondisi lingkungan yang lebih bersahabat.

Bonus Keindahan Senja Mina di Jalur Jamarat

Pemilihan waktu sore hari bakda Ashar untuk kelompok kondisi khusus ini tidak hanya didasari oleh faktor keamanan ibadah semata, melainkan juga kenyamanan psikologis jemaah.

Pada waktu tersebut, jalur menuju jamarat dipastikan jauh lebih adem dan terhindar dari sengatan terik matahari yang ekstrem.

​Selain suasananya yang tidak terlalu padat, jemaah yang melontar di periode sore ini akan mendapatkan "bonus" ketenangan batin berupa pemandangan (view) senja yang sangat indah di atas hamparan Mina.

Para jemaah dapat menyaksikan langsung momen matahari tenggelam (sunset) yang berpadu megah dengan lanskap ribuan tenda putih Mina, serta siluet kemegahan Royal Clock Tower Zamzam yang berdiri kokoh di kejauhan.

Kontributor : Emy
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Hanya 15 Menit dari Arafah, Jemaah Gema Arafah Wonosobo Khus...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar