OPINI 1 menit baca

Revisi Dialektika Keilmuan: Menakar Ulang Tradisi Turats di Era Tajdid Muhammadiyah

Rudi Pramono 05 Agustus 2026 16 views
Revisi Dialektika Keilmuan: Menakar Ulang Tradisi Turats di Era Tajdid Muhammadiyah

Pergeseran tradisi keilmuan di Muhammadiyah yang menyebabkan kitab kuning mulai jarang dikaji dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

Peralihan Fokus ke Fikih Dalil/Sunnah

 Muhammadiyah lebih menekankan pada pendekatan kembali ke Al-Qur'an dan As-Sunnah secara langsung. Hal ini menyebabkan metode pembelajaran tradisional yang bertumpu pada kitab-kitab fikih mazhab (khususnya Mazhab Syafi'i) mulai ditinggalkan.

Perubahan Fokus Lembaga

Di era Majelis Tarjih, fokus kajian lebih diarahkan pada pengembangan fikih yang berbasis pada dalil-dalil nadhari (fokus pada nash), bukan lagi mengkaji kitab-kitab turats secara tekstual seperti yang dilakukan di sistem pondok pesantren.

Kebutuhan akan Kepraktisan 

Adanya kecenderungan pragmatis di kalangan warga Muhammadiyah yang menginginkan fatwa atau pemahaman agama yang instan dan menyenangkan, sehingga kajian mendalam terhadap kitab kuning yang memerlukan waktu dan proses belajar berjenjang dianggap kurang populer.

Transformasi Bahasa dan Pendidikan

Seiring dengan perkembangan Muhammadiyah yang lebih banyak diisi oleh masyarakat kelas menengah dengan pendidikan modern, tradisi keilmuan berbasis sastra daerah atau bahasa Arab klasik (yang sering ditemui dalam kajian kitab kuning) perlahan tergeser oleh penggunaan bahasa Indonesia yang lebih dominan.

Standardisasi Keilmuan yang Berbeda 

Berbeda dengan tradisi pesantren yang memiliki standar kelulusan berbasis penguasaan kitab tertentu, Muhammadiyah lebih menekankan pada sistem organisasi dan pembaruan pemikiran (tajdid), sehingga tidak ada kewajiban baku untuk menguasai literatur kitab kuning secara sistematis.

Sumber : Video KTO ULH (Ust.Lukman Hakim) 

Sebelumnya Puncak Fortasi 2026, Ribuan Pelajar Muhammadiyah Meriahkan S... Selanjutnya Menganyam Tradisi, Menjaga Sanad: Melacak Transformasi Intel...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar