KABAR 2 menit baca

Paradigma Baru Pengolahan Sampah: MLH PDM Wonosobo Siap Terapkan Teknologi Bioreaktor Kapal Selam (BKS)

Rudi Pramono 23 Juni 2026 40 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM-Masalah sampah selama ini kerap dipandang sebagai beban sosial dan ancaman kelestarian lingkungan yang tidak kunjung usai. Namun, sebuah langkah progresif ditunjukkan oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo. 

Melalui paradigma terbalik yang visioner, sampah kini tidak lagi dilihat sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya strategis dan energi masa depan yang berdaya guna bagi kemaslahatan umat.

​Demi mewujudkan komitmen ideologis tersebut, delegasi MLH PDM Wonosobo melaksanakan kegiatan Studi Lapangan Pengolahan Limbah Sampah dengan sistem Bioreaktor Kapal Selam (BKS).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari Ahad hingga Senin (21–22 Juni 2026), bertempat di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Langse, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

'​Inovasi Teknologi BKS : Dari Limbah Menjadi Berkah

​Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Muchammad Sobri, S.Pt., MP., dalam sambutannya menekankan pentingnya adopsi teknologi yang tepat guna dalam memutus mata rantai persoalan kedaruratan sampah. Menurutnya, gagasan prototipe BKS ini dirancang untuk menjadi solusi konkret, mandiri, dan berkelanjutan.

​"Dengan gagasan prototipe pengolahan sampah Bioreaktor Kapal Selam ini, kita harapkan terwujud sebuah sistem yang mampu menyelesaikan permasalahan sampah yang kita hadapi bersama. Ini bukan sekadar memindahkan sampah, melainkan mengubah nilainya," ujar Prof. Sobri.

​Teknologi BKS bekerja melalui proses biokimia dan biogasisasi yang menghasilkan gas metan. Output dari pengolahan ini memiliki multiplier effect yang sangat besar bagi ketahanan energi dan pangan masyarakat, antara lain:

Energi Domestik: Menghasilkan gas alternatif setara elpiji yang langsung dapat digunakan untuk kebutuhan dapur rumah tangga.

Kemandirian Energi: Menghasilkan energi mekanis/termal yang dapat dikonversi menjadi pembangkit ketenagalistrikan lokal.

Sektor Pertanian: Residu hasil olahan air dari sistem ini tidak mencemari lingkungan, melainkan kaya nutrisi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk daun tanaman organik.

​'Kolaborasi Ideologis dan Sinergi Anggaran

​Prof. Sobri menambahkan bahwa keberhasilan  Pengembangan Ekosistem Teknologi BKS dan implementasi di lapangan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, para pemangku kebijakan, serta seluruh stakeholders. Selain itu, ketersediaan pembiayaan menjadi faktor kunci yang erat kaitannya dengan politik anggaran. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan dinas-dinas terkait di tingkat daerah, bupati, DPRD, hingga sinkronisasi anggaran pusat maupun daerah agar program kemaslahatan ini dapat dirasakan secara luas.

'​Rencana Tindak Lanjut di Wonosobo

​Delegasi MLH PDM Wonosobo yang dipimpin langsung oleh Purdianto, SP. MM (Ketua), bersama Ir. Sapto Nugroho (Sekretaris), Acep Ali Mubarok, SP. (Bendahara), serta anggota Ir. Moch Arif Hastono dan Waryono Sholikhin, SP., menyatakan kesiapannya untuk membawa pulang ilmu dan teknologi ini ke daerah asal.

Rombongan melihat langsung proses kerja mesin, mulai dari pencacahan limbah organik hingga pemanfaatan biogas di dapur umum setempat.

​Usai meninjau langsung operasional instalasi BKS di Pati, MLH PDM Wonosobo berkomitmen penuh untuk segera menyusun rencana aksi. Langkah konkret akan diambil untuk menindaklanjuti hasil studi banding ini, dengan melakukan penyesuaian teknis dan manajerial yang adaptif sesuai dengan situasi dan kondisi geografis maupun sosial di Kabupaten Wonosobo.

Melalui gerakan lingkungan yang berkemajuan ini, Muhammadiyah Wonosobo berikhtiar memelopori tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan mandiri energi.

Kontributor : Purdianto
Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Wujudkan Ukhuwah Islamiyah, Sinergi KOKAM dan Banser Amankan... Selanjutnya Inspiratif! Serahkan Bantuan Rp 25 Juta, BPH UMS: Pembanguna...
Komentar

Saya bacanya tidak loncat2 pak..

Mohon maaf,,, ini sy bacanya kok nggak enak ya,,,, tulisan loncat loncat mengikuti pergantian slide gambar berita,,,,,,

Tinggalkan Komentar