MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM -SEMARANG – Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jumat (7/8/2026). Perhelatan tertinggi organisasi pencak silat Muhammadiyah ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kepengurusan, merumuskan arah kebijakan, dan menentukan estafet kepemimpinan periode mendatang.
Ratusan peserta dari seluruh Indonesia hingga mancanegara hadir mengikuti jalannya pembukaan secara khidmat. Selain menentukan keputusan strategis, forum empat tahunan ini diharapkan dapat memperkuat peran Tapak Suci sebagai sarana dakwah Islam berkemajuan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Unimus Disiapkan Maksimal, Hadirkan Layanan Medis Siaga
Siaga
Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus yang dipimpinnya sebagai tuan rumah Muktamar XVI.
"Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Semarang. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi bagian dari perhelatan besar Tapak Suci. Semoga seluruh rangkaian muktamar berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik," ujar Prof. Masrukhi dalam sambutannya.
Di hadapan para muktamirin, Prof. Masrukhi juga memperkenalkan profil Unimus yang kini membina 16.800 mahasiswa aktif di 28 program studi dan 9 fakultas. Kemajuan tersebut, lanjutnya, merupakan buah kerja keras seluruh sivitas akademika menuju kampus unggul berorientasi internasional.
Guna memastikan kelancaran agenda selama empat hari di Semarang, Unimus menyiagakan fasilitas pendukung utama, termasuk Rumah Sakit Unimus dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Pendidikan Unimus untuk mengantisipasi kebutuhan medis peserta.
Momentum Evaluasi dan Penyempurnaan Regulasi
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, menegaskan dalam pidato iftitahnya bahwa muktamar adalah amanat AD/ART yang memegang peran sentral dalam menentukan arah gerak organisasi.
Afnan menekankan bahwa forum ini tidak sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan sarana menyempurnakan aturan yang sudah tidak relevan serta merancang program kerja baru.
"Mari kita manfaatkan muktamar ini sebagai ajang silaturahmi, mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja yang lebih baik, sekaligus memilih kepemimpinan yang mampu membawa Tapak Suci semakin maju," terang Afnan.
Afnan turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung acara ini, termasuk Unimus, UMS, UMP, PWM & PWA Jawa Tengah, Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Semarang, serta jajaran panitia.
Penggalangan Dana Padepokan Kotagede senilai Rp20 Miliar
Di luar agenda persidangan, Muktamar XVI juga menjadi momentum penggalangan dukungan untuk pembangunan Padepokan Tapak Suci di Kotagede, Yogyakarta. Proyek yang telah dimulai sejak 20 Juni 2026 ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp20 miliar.
Pendanaan dilakukan secara swadaya dan gotong royong oleh pimpinan wilayah, pimpinan daerah, kader, hingga anggota Tapak Suci luar negeri. Dalam rangkaian Sidang Tanwir di Unimus, perwakilan Tapak Suci Singapura secara simbolis menyerahkan donasi senilai 2.000 dolar Singapura kepada Panitia Pembangunan.
"Pembangunan padepokan ini adalah milik bersama. Kami berharap semakin banyak kader dan pimpinan yang ikut bergotong royong agar pembangunan berjalan sesuai target," tambah Afnan.
Padepokan tersebut dibangun di atas tanah milik Muhammadiyah dengan luas bangunan sekitar 1.400 meter persegi (3 lantai). Fasilitas yang dirancang mencakup: Gedung olahraga berkapasitas 1.000 penonton
Dua gelanggang pertandingan resmi
Ruang serbaguna dan musala
Klinik kesehatan dan ruang loker
Melalui Muktamar XVI ini, Tapak Suci diharapkan terus mencetak keputusan strategis dalam pembinaan karakter, prestasi olahraga, dan penguatan dakwah Islam di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber : Media Muktamar Tapak Suci
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!