MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM – Konsistensi dakwah di tingkat akar rumput ditunjukkan secara nyata oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangmangu. Pada Kamis (7/5), bertepatan dengan 17 Dzulqa'dah 1447 H, warga kembali menggelar Pengajian Malam Jumat yang telah melegenda karena eksistensinya yang tak terputus sejak tahun 1968.
Pengajian yang dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah warga ini memiliki nilai historis yang kuat, karena lahir bersamaan dengan masuknya gerakan Muhammadiyah di wilayah Karangmangu. Berikut adalah poin-poin utama dari kegiatan tersebut:
1. "Baitul Arqom" Berbasis Kearifan Lokal
Bukan sekadar kumpul biasa, forum ini berfungsi sebagai "Baitul Arqom" bagi ranting Karangmangu. Muhammadiyah memastikan setiap warga mendapatkan dua asupan utama : Asupan Spiritual: Pendalaman iman dan takwa. Asupan Organisasi: Penguatan ideologi Muhammadiyah.
2. Materi yang Komprehensif
Meskipun dikemas dengan suasana santai dan "renyah" khas masyarakat pedesaan, materi yang disampaikan sangat berbobot, meliputi : Tuntunan ibadah sesuai Manhaj Tarjih, Wawasan Kemuhammadiyahan, Respons terhadap kondisi kekinian umat.
3. Pabrik Pemimpin Muhammadiyah
Lebih dari setengah abad berjalan, pengajian ini terbukti menjadi kawah candradimuka yang efektif. Banyak pemimpin Muhammadiyah di tingkat Cabang Kaliwiro merupakan hasil didikan dan tempaan dari pengajian rutin di Karangmangu ini.
"Suasana kumpul warga yang hangat membuat dakwah terasa lebih cair, namun tetap mampu mencetak kader-kader yang militan dan paham organisasi," ujar Zudi Setiawan salah satu Pimpinan Ranting di sela kegiatan.
'Kontributor : Zudi
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!