MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM.-
MUZDALIFAH – Kedisiplinan tinggi dan keluhuran akhlak ditunjukkan secara nyata oleh para jemaah haji yang tergabung dalam KBIHU Gema Arafah Wonosobo saat berada di Muzdalifah, Kamis (28/5/2026).
Berbekal pemahaman tauhid yang kuat serta kemantapan ilmu manasik, rombongan jemaah asal Kabupaten Wonosobo ini berhasil menampilkan cerminan amal saleh yang sempurna. Mereka menolak budaya berdesak-desakan (antre bebas sikut) yang kerap menjadi momok saat mobilisasi massal di tanah suci.
Budaya Antre Tertib: Wujud Nyata Penghormatan Hak Sesama
Salah satu pemandangan paling menonjol di lapangan adalah komitmen kuat dari jemaah KBIHU Gema Arafah untuk senantiasa menjaga ketertiban umum. Di setiap prosesi yang membutuhkan antrean panjang, jemaah secara sadar melakoninya dengan penuh kesabaran tanpa ada aksi dorong maupun serobot.
Prinsip saling menghargai hak antrean sesama jemaah haji diterapkan secara disiplin melalui indikator berikut:
Disiplin Mengular: Senantiasa tertib berbaris memanjang di setiap lini acara tanpa memutus barisan.
Anti-Senggol: Menjaga jarak aman antar-jemaah dan sangat berhati-hati agar tidak menyenggol maupun merenggut hak kenyamanan saudara sesama muslim.
Satu Komando: Berbaris secara rapi dan teratur mengikuti instruksi taktis dari para petugas kloter di lapangan.
Gema Talbiah Memecah Keheningan Malam Muzdalifah
Sembari mengemas tas dan barang bawaan untuk bersiap meninggalkan hamparan bumi Muzdalifah, bibir para jemaah tidak henti-hentinya basah oleh untaian zikir. Suara lantunan kalimat talbiah bersahut-sahutan dengan penuh kekhusyukan dan rasa haru yang mendalam.
Kalimat sakral "Labbaik allahumma labbaik " terus menggema memecah keheningan, mengiringi setiap derap langkah kaki jemaah saat berjalan menuju pintu keluar maktab untuk menaiki armada bus penjemputan kembali menuju Mina.
Bidikan Target Melontar Jumrah di Waktu Afdal
Saat ini, seluruh rombongan jemaah KBIHU Gema Arafah dilaporkan telah bergerak secara bertahap meninggalkan Muzdalifah dengan sistem manajemen mobilisasi yang sangat matang.
Sesuai dengan cetak biru jadwal yang telah digodok oleh tim pembimbing ibadah, pergerakan ini disinkronisasikan agar para jemaah nantinya dapat melaksanakan prosesi puncak melontar jumrah tepat di waktu afdal (waktu paling utama dan mustajab).
Segenap panitia dan jemaah terus merapatkan doa agar sisa rangkaian ibadah di Mina ini diberikan kemudahan, kelancaran, serta ketahanan fisik yang prima hingga seluruh rukun haji tuntas dilaksanakan.
Kontributor : Emi
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!