MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Penguatan konsolidasi organisasi menjadi agenda penting Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kabupaten Wonosobo. Pada Ahad (1/11/2026), dua agenda konsolidasi tingkat cabang digelar di Kecamatan Sapuran, yakni Rapat Konsolidasi Rutin Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Daerah Wonosobo dan Rapat Koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Wonosobo.
Kedua kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi, memperkuat koordinasi antarpimpinan, serta menyusun langkah pengembangan program yang lebih terarah dan berkelanjutan.
PCA Se-Wonosobo Perkuat Evaluasi dan Keberlanjutan Program
Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sapuran bertindak sebagai tuan rumah Rapat Konsolidasi Rutin PCA se-Daerah Wonosobo yang berlangsung di Kompleks Al-Maa'uun Epicentrum.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan cabang dan pleno pengurus masing-masing PCA. Turut hadir Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Wonosobo beserta jajaran.
Agenda utama pertemuan meliputi evaluasi pelaksanaan program setiap majelis, pengarahan organisasi, serta perumusan langkah strategis untuk keberlanjutan gerakan Aisyiyah di tingkat cabang.
Untuk mengoptimalkan pembahasan, setiap majelis ditempatkan di ruang atau lokasi berbeda agar proses evaluasi dan pengarahan berlangsung lebih fokus sesuai bidang kerja masing-masing.
Melalui mekanisme tersebut, setiap majelis diharapkan mampu mengidentifikasi capaian program, memetakan kendala, serta menyusun tindak lanjut yang lebih terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain konsolidasi program, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengembangan ekonomi melalui pembangunan industri yang berkelanjutan. Pembahasan ini menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, optimalisasi potensi lokal, serta pengembangan usaha produktif sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pendampingan pembuatan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) sebagai upaya meningkatkan tertib administrasi dan memperkuat identitas keanggotaan dalam Persyarikatan.
Dalam arahannya, pimpinan persyarikatan mengajak seluruh jajaran Aisyiyah untuk terus menjaga semangat berorganisasi dan memperkuat kontribusi sosial.
“Mari bangun dan junjung tinggi Aisyiyah melalui program-program yang berdampak dan bermanfaat bagi umat,” ungkapnya.
PCM Se-Wonosobo Bahas Capaian KPI dan Persiapan Muktamar
Pada waktu yang sama, Rapat Koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Wonosobo berlangsung di Kawedanan, Kecamatan Sapuran.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, Drs. Bambang WEN, M.M. Dalam sambutannya, ia mengingatkan seluruh unsur pimpinan, mulai dari PCM, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi otonom (Ortom), agar terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kontribusi bagi Persyarikatan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persiapan menghadapi Muktamar Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung pada November 2027 di Medan, Sumatera Utara.
Ketua PDM Wonosobo mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk turut menyukseskan agenda permusyawaratan tertinggi tersebut, termasuk berpartisipasi sebagai penggembira Muktamar.
Menurutnya, Muktamar bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi, melainkan momentum memperkuat persatuan, memperbarui semangat perjuangan, dan merumuskan arah gerakan Muhammadiyah ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, pleno PDM Wonosobo juga memaparkan perkembangan capaian Key Performance Indicators (KPI) organisasi. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, PDM Wonosobo saat ini menempati peringkat ketiga setelah PDM Salatiga dan PDM Semarang.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kinerja organisasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, efektivitas program, dan kontribusi seluruh unsur Persyarikatan.
PCM Wonosobo Pimpin Perolehan KTAM
Selain pemaparan capaian KPI, Ketua PDM Wonosobo juga menyampaikan perkembangan penetrasi atau perolehan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) di masing-masing cabang.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, lima PCM dengan capaian tertinggi adalah:
1. PCM Wonosobo: 431 KTAM.
2. PCM Kertek: 138 KTAM.
3. PCM Kalikajar: 98 KTAM.
4. PCM Selomerto: 79 KTAM.
5. PCM Mojotengah: 77 KTAM.
Perolehan tersebut memperlihatkan adanya perkembangan administrasi keanggotaan di sejumlah cabang. PCM Wonosobo tercatat sebagai cabang dengan capaian tertinggi, disusul PCM Kertek dan PCM Kalikajar.
Data tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh PCM untuk memperluas pendataan anggota, meningkatkan partisipasi warga, serta memperkuat administrasi keanggotaan secara berkelanjutan.
Konsolidasi sebagai Fondasi Gerakan Berkemajuan
Penyelenggaraan dua agenda konsolidasi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Sapuran menunjukkan pentingnya koordinasi lintas struktur dalam menjaga keberlanjutan gerakan Persyarikatan.
Evaluasi program, penguatan ekonomi, tertib administrasi keanggotaan, peningkatan capaian kinerja, hingga persiapan Muktamar 2027 merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Konsolidasi tidak cukup hanya menghasilkan laporan kegiatan dan capaian angka. Lebih dari itu, setiap keputusan dan program perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh umat.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kabupaten Wonosobo diharapkan semakin solid dalam mengembangkan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai gerakan kemasyarakatan.
Semangat tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan Persyarikatan yang berkemajuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kontributor : Ilham
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!