KHUTBAH 4 menit baca

Khutbah Idul Adha 1447 H : Ikhlas Tingkat Tinggi, Ketika Logika Tunduk pada Iman

Rudi Pramono 27 Mei 2026 34 views

الله أكبر الله أكبر ولله الحمد. الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحاتُ، وبفضله تتنزل الخيراتُ والبركاتُ، وبتوفيقه تتحقق المقاصدُ والغاياتُ.
الحمد لله الذي ارتفعت إليه حناجرُ المسلمين بالدعاء في هذا اليوم الميمون. الحمد لله الذي حمى المسلمين من كيد الكافرين.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، رضي لنا الإسلامَ دينا، وأكمل لنا به الفضلَ، وأتم به النعمةَ علينا.
وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وصَلَّى الله وسَلَّمَ وبَارَكَ على هذا النبي الكريم وعلى آله وأصحابه وأنصاره إلى يوم يبعثون، أما بعد.
Bersyukur atas nikmat Hidayah dan Iman.
Allahu Akbar 2x walillahilhamd. 
Ibaadallah … di hari yang Allah agungkan ini, di mana seluruh hamba-hamba Allah yang beriman mengumandangkan kalimat yang mengikrarkan keagungan Allah Azza wa álaa, Allahu Akbar2x … Maha besar Allah, tiada yang lebih besar dari Allah Swt, dan semua kecil di mata kita kecuali Allah Swt, Merupakan sebuah kesyukuran dan nikmat yang  sangat besar yang harus benar2 kita syukuri, bahwa saat fajar menyingsing, saat mentari akan kembali menyapa, Allah masih memberikan kita kesempatan untuk kembali menghirup udara segar di hari nan agung ini, untuk kembali mengikrarakn kalimat Takbir dan meraih pahala dan keutamaan dari Allah Swt. 
Shalawat serta salam semoga selalu Allah kirimkan kepada Nabi Kita yang tercinta Nabi Muhammad Saw, para Sahabat, dan seluruh keluarga, keturunan dan pengikutnya yang setia
Allahu Akbar 2x walillahilhamd. 
Bersyukur atas nikmat kesempatan: Masuk hari-hari suci, puasa arafah, idul adha sebagai sarana mensucikan diri.
Ibadallaaah … salah satu esensi daripada hari ied adalah sebuah rasa kesyukuran atas segala karunia Allah yang tak terhingga, atas rahmatnya yang mencakup segala sesuatu. Sadar betul … bahwa kita adalah hamba-hamba yang penuh kekurangan dan dosa, maksiat, bersyukur Allah telah memberi kita kesempatan yang kesekian kali untuk menambah bekal dan mengurangi beban. Muáadz bin Jabal: “assafaru thawill wazzaadu qoliiil”.     
لَنْ يَنَالَ اللهَ لُحُوْمُهَا وَلاَ دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَقْوَى مِنْكُمْ 
Allahu Akbar 2x walillahilhamd. 
Idul adha adalah hari raya yang mengingatkan umat ini akan sirah seorang Nabi Agung, Nabi Ibrahim AS, bukan hanya peristiwa Qurbannya saja. 
Nabi Ibrahim adalah seorang hamba yang diuji oleh Allah Swt. 
وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَاماً قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ (124
Kisah  nabi Ibrahim AS dan nabi Ismail AS adalah masterclass ketaatan. Simbol perjuangan dan pengorbanan tanpa TAPI. Ketika logika tunduk pada iman. Bagaimana kemudian ikhlas menduduki level tertingginya. Ketika logika mulai bertanya, tetapi iman tetap memilih taat.
Diuji dengan telatnya karunia anak
Diperintahkan meninggalkan anak dan istrinya di tanah yg tandus dan sunyi
Menyembelih anak
ياَ بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي المَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى
قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَابِرِيْنَ
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Nilai penting dari sirah Nabi Ibrahim: 
- Sabar
- Tawakkal
- Taat dan berserah 
- keyakinan kepada Allah 
- mental yang kuat
Nabi Ibrahim AS memberi contoh paling nyata. Secara logika, menyembelih putra kesayangan yang telah bertahun-tahun ditunggu kehadirannya adalah hal yang paling sulit diterima logika. Namun Ketika perintah Allah SWT datang, beliau mendahulukan iman daripada perasaan dan akal semata. Dari situlah lahir ketundukan, keikhlasan dan kemuliaan.
Ikhlas bukan berarti tidak berfikir, ikhlas adalah Ketika hati tetap percaya kepada Allah meski tdak semua hal bisa difahami saat ini.

Nabi Ibrahim adalah teladan bagi kita agar kita menjadi pribadi Muslim yang kuat mental, siap diuji, tidak mudah patah semangat dan putus asa. Karena dalam setiap perjuangan akan ada ujiannya, akan selalu ada hambatan dan aral rintang yang membentang. Tapi janji Allah tak akan pernah mengecewakan hambanya. Ketika taat tidak lagi butuh alasan.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ المُحْسِنِينَ (العنكبوت:69)
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرً.

Allahu Akbar 2x walillahilhamd. 
Dalam khutbah yang sederhana ini, khatib ingin mengatakan bahwa BerQurban dalam makna yang luas, substansinya adalah membumikan, mendarah-dagingkan kalimat Takbir dalam hati dan keikhlasan serta ketaatan tanpa Tapi, hanya membesarkan Allah, dan hanya menomorsatukan Allah daripada segala apapun. Tanpa semangat Takbir, jangankan berkorban nyawa atau mengorbankan anak istri, berqurban kambing pun akan sangat sulit ... karena dalam hatinya masih lebih membesarkan dan mementingkan materil, lebih membesarkan dunia ketimbang pahala Allah Swt. Padahal dalam sebuah Hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:
فمن الصحيح ما روى الترمذي وابن ماجه عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما عمل ابن آدم يوم النحر أحب إلى الله من إهراق الدم، وإنه ليؤتى يوم القيامة بقرونها وأشعارها وأظلافها، وإن الدم ليقع من الله بمكان قبل أن يقع بالأرض، فطيبوا بها نفسا. 
Allahu Akbar2x walillaahil hamd

Berkorban dengan berbagai makna dan jenisnya memang bukanlah hal yang ringan dan mudah, itu berat dan penuh godaan. Maka satu tips untuk kita bagaimana agar kita menjadi ikhlas dan ringan dalam berkorban dan beribadah. yaitu, “kenalilah untuk siapa dan karna apa kita berkorban dan beribadah!”.
analoginya sangatlah sederhana, walillaahi almatsalul a’laa, sebagai manusia normal apakah anda mau untuk mengorbankan tenaga, harta, atau waktu untuk seseorang yang baru anda temui 5 menit di jalanan? pada orang yang baru saja anda kenal?  Tentu saja tidak. Tapi kepada teman akrab yang sudah kita kenali dengan baik, sudah saling mengasihi, sudah saling percaya, adalah hal biasa jika kita mengorbankan waktu, tenaga, bahkan uang kita untuk kepentingan mereka. Itu karena sudah ada cinta dalam hati kita kepada mereka.
Maka Allaah ... siapakah Allah ...? jangan2 kita belum benar2 mengenal Allah jika kita masih berat dan tidak mau berkorban untuk Allah. Kenali lah Allah ...! kenali lah Allah dengan membaca KalamNya! dengan sering2 hadir di majelis ilmu bersama para Ulama yang ikhlas dan lurus. 
Semakin kita mengenal Allah, maka kita akan semakin cinta pada Allah, semakin menguat cinta kita pada Allah, maka akan semakin ringan kita berkorban untuk-Nya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para Sahabat Nabi dan salaf Shalih. Mengapa mereka bisa sedemikian rupa dahsyat pengorbanannya kepada Allah? Tidak lain karena mereka sangat mengenal Allah. Ar-rahmaanu ar-rahiim, Yang Maha cinta, Yang Maha kuasa, Yang maha membalasa kebaikan, yang tidak akan mengecewakan hamba-hambanya. 

Khutbah : 2
Allahu Akbar2x walillaahilhamd
Kita berdoa semoga Allah Swt memperkenankan Asma-asmaNya mendarah daging di dalam diri dan hati kita,  semoga Allah memerikan kita hidayah dan taufik untuk menjadi hambanya yang berislam Kaaffah, berakidah yang lurus dan bertakwa. 
اللهم صل وبارك على محمد وعلى آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد. وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين والصحابة أجمعين ومن تبع هداهم إلى يوم الدين.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حجّاجنا اليوم من المسلمين والمسلمات حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَّشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

 

Sebelumnya Hikmah Tarwiyah : Adaptasi Fisik dan Orientasi Fasilitas Arm...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar