KABAR 2 menit baca

Guru Swasta Punya Peran Strategis, Kemendikdasmen Soroti 4 Tantangan Utama di Silaturahmi Akbar FGM Jateng

Rudi Pramono 08 November 2026 24 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM- SURAKARTA — Lebih dari 12.500 guru dan karyawan sekolah/madrasah Muhammadiyah se-Jawa Tengah tumpah ruah dalam acara Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Acara akbar ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan pusat, daerah—termasuk delegasi khusus dari Wonosobo yang mengerahkan sekitar 200 guru dan karyawan di bawah koordinasi Majelis Dikdasmen PNF PDM Wonosobo serta FGM Kabupaten Wonosobo—guna mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen memajukan pendidikan nasional.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., yang hadir memberikan materi kebijakan, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan di Indonesia mustahil tercapai tanpa sokongan besar dari lembaga pendidikan swasta, terutama Muhammadiyah.

“Pendidikan di Indonesia tidak akan menjadi besar tanpa kontribusi Bapak dan Ibu semuanya di pendidikan swasta, terutama dari Muhammadiyah,” ujar Nunuk dalam pemaparannya.

Nunuk juga menyoroti empat tantangan krusial yang menjadi fokus agenda transformasi guru saat ini, yakni:
Kesejahteraan (khususnya guru swasta yang diakui sebagai tanggung jawab bersama), Profesionalisasi, Kompetensi, Perlindungan guru.

Pendidikan Holistik dan Prophetic Teaching

Sementara itu, dalam tausiyah pendidikannya, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa profesi guru memiliki kemuliaan tinggi dalam pandangan Islam. Ia berpesan agar pendidikan Muhammadiyah senantiasa berorientasi pada pengembangan yang seimbang.

Menurut Din Syamsuddin, pendidikan harus mencakup tiga aspek utama, yaitu head, heart, dan hand (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Selain itu, seorang pendidik harus menguasai metodologi pembelajaran yang tepat guna (al-thariqah ahammu min al-maddah—metode lebih penting daripada materi) serta menerapkan prophetic teaching yang menghadirkan nilai-nilai keislaman secara mendalam dalam proses belajar-mengajar.

Ajang Apresiasi Daerah Teraktif

Kemeriahan Silaturahmi Akbar ini turut diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada berbagai daerah. FGM Kabupaten Klaten sukses memborong penghargaan berkat kategori kepemilikan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) terbanyak sekaligus delegasi peserta terbanyak.

Sementara itu, penghargaan untuk FGM Paling Aktif diberikan kepada lima daerah di Jawa Tengah, yakni Surakarta, Purworejo, Sukoharjo, Cilacap, dan Salatiga.

Melalui momentum ini, sinergi ribuan pendidik Muhammadiyah di Jawa Tengah diharapkan semakin kokoh dalam melahirkan generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berkemajuan, sebagaimana dilansir dalam UMS.ac.id

Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Silaturahmi dan Kunjungan Edukatif MI Hamka Ke MI Muhammadiy...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar