MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM — Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo menggelar Baitul Arqam Lanjutan bagi insan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo di Tambi Tea Resort pada Sabtu–Ahad (28–29/8/2026).
Mengusung tema "Beyond Profession, Toward Mission", kegiatan pelatihan kepemimpinan dan ideologisasi ini diikuti oleh 58 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan generasi milenial.
Wk. Direktur Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr. Izzatul Muna,M.HPM dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan mental dan kapasitas diri di tengah berbagai tantangan industri kesehatan saat ini. Menurutnya, standar kompetensi dan tuntutan fasilitas medis medis kian tinggi, sementara sekitar 80 persen pendapatan rumah sakit masih bersumber dari BPJS Kesehatan yang kerap menghadapi dinamika pembayaran.
"Di era digital saat ini, masyarakat sangat bebas mengeluh dan mengunggah opini di media sosial, di mana hal itu langsung berdampak pada reputasi rumah sakit. Oleh karena itu, PKU tidak cukup hanya mengandalkan bangunan megah atau fasilitas yang lengkap," ujar dr. Izzatul Muna.
Ia menambahkan bahwa karyawan RS PKU Muhammadiyah harus menjadi pribadi yang tangguh serta profesional yang Mela mpaui Profesi berorientasi pada misi (beyond profession, toward mission).
"Kerja kita tidak hanya sebatas profesi untuk mencari nafkah, tetapi harus berdampak dan bermakna bagi masyarakat menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya," tegasnya seraya mengutip nilai kekompakan dalam QS. Ash-Shaff.
Hal senada disampaikan oleh Ketua MPKSDI PDM Wonosobo, Arif Nugroho. Ia berharap pelatihan ini memberikan dampak konkret pada perilaku harian
Ada sekitar 500 karyawan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Ia mengimbau agar seluruh insan PKU dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan cabang, ranting, maupun pengajian di masjid-masjid Muhammadiyah sesuai domisili masing-masing.
"Bekerja di RS PKU bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga jalan ibadah dan ladang dakwah," tutur Arif.
Merawat Ideologi dan Spirit Kemanusiaan
Sementara itu, Ketua PDM Wonosobo, Bambang WEN, saat memberikan arahan sekaligus memaparkan Studium Generale bertajuk "Merawat Ideologi Menempa Insan Unggul Islami", menyampaikan tiga pesan penting kepada para peserta:
Pengabdian Bernilai Dakwah
Setiap aktivitas pelayanan medis termasuk saat memberikan suntikan atau obat kepada pasien harus diniatkan sebagai bagian dari dakwah dan ibadah.
Penyelarasan Visi
Sikap profesional adalah kewajiban. Visi dan misi pribadi karyawan harus mampu berjalan selaras dan adaptif dengan visi-misi organisasi Muhammadiyah.
Implementasi Nilai
Menjadikan seluruh aktivitas kerja selama 24 jam di rumah sakit sebagai bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai Baitul Arqam.
Dalam pemaparannya Ketua PDM menekankan bahwa nilai keberkahan jauh lebih utama daripada sekadar materi semata.
Mengutip pesan Prof. DR. Buya Hamka, manusia tidak boleh bekerja sekadar untuk bertahan hidup layaknya binatang, melainkan harus memiliki nilai pertanggungjawaban moral dan spiritual.
"Ada amanah persyarikatan yang dipertaruhkan. Di balik setiap pasien, ada sosok manusia yang harus dimuliakan, ada reputasi Muhammadiyah yang wajib dijaga, dan ada pertanggungjawaban kepada Allah SWT. Karena itu, kualifikasi karyawan RS PKU tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, melainkan juga ruh iman, akhlak, loyalitas, kepedulian sesama, dan semangat berkemajuan," jelasnya.
Lebih jauh, Bambang WEN menguraikan lima landasan penting gerakan Muhammadiyah, yaitu Islam sebagai sumber nilai, Al-Qur'an dan As-Sunnah yang dipahami secara berkemajuan, gerakan amar ma'ruf nahi munkar, tajdid (pembaruan), serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai instrumen dakwah.
Mengutip pesan teologi Al-Ma'un dan Al-'Asr yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan, ia mengingatkan bahwa pasien yang datang ke rumah sakit tidak hanya membawa penyakit fisik, tetapi juga kecemasan, beban ekonomi, dan harapan untuk sembuh. Oleh sebab itu, pelayanan medis di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo harus senantiasa menghadirkan nilai rahmat, empati, dan kemanusiaan.
Kontributor / Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!