Home > Article > Category > OPINI

Dari Udara ke Peradaban : Memperkuat Frekuensi dan Memperluas Dakwah Radio Purnamasidi

oleh : Rudyspramz, MPI

Radio pernah menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat. Di masa ketika televisi masih menjadi barang mewah, radio hadir sederhana namun setia, mengabarkan berita, menghadirkan hiburan, menemani pedagang pasar, mengiringi secangkir kopi pagi, dan menjadi penanda waktu berbuka di bulan Ramadhan. Ia tidak meminta banyak, cukup didengar, cukup ditemani.

Radio Purnamasidi lahir dan tumbuh dalam denyut zaman itu. Ia bukan sekadar stasiun penyiaran, melainkan alat perjuangan. Melalui gelombang udara, nilai-nilai dakwah disampaikan; melalui keberanian dan kepercayaan, ia ikut membangun amal usaha Muhammadiyah di Wonosobo. Tanah-tanah strategis yang hari ini berdiri sekolah dan masjid, pernah diselamatkan oleh keberanian mengambil risiko, oleh keyakinan bahwa dakwah dan pendidikan adalah investasi peradaban.

Sejarah mencatat: Radio Purnamasidi tidak hanya menyiarkan suara, tetapi juga menggerakkan langkah. Ketika dana belum ada, keberanian hadir. Ketika ancaman kehilangan aset umat datang, Radio dan para penggeraknya berdiri di garda depan. Dari situlah SMA, SMK, dan Masjid Al Arqam berdiri—menjadi saksi bahwa media dakwah bisa berwujud nyata dalam bangunan dan generasi.

Namun zaman berubah. Televisi, internet, media sosial, hingga kecerdasan buatan menggeser cara manusia menerima informasi. Radio tidak lagi berada di puncak perhatian. Bukan karena ia kehilangan nilai, tetapi karena ia belum sepenuhnya bertransformasi. Kesulitan keuangan, berkurangnya iklan, dan menyusutnya sumber daya manusia adalah ujian yang nyata—namun ujian tidak pernah datang tanpa makna.

Di titik inilah kita diajak bercermin: apakah pantas kita membiarkan legenda ini padam?
Jika dulu Radio Purnamasidi berjuang untuk lahirnya AUM, maka hari ini AUM-lah yang terpanggil untuk menjaga keberlanjutan Radio. Ini bukan sekadar soal membalas jasa, melainkan amanah sejarah dan tanggung jawab moral.

Kini saatnya Radio Purnamasidi dilahirkan kembali—bukan hanya sebagai radio konvensional, tetapi sebagai Pusat Media Dakwah Muhammadiyah. Sebuah ruang dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang memanfaatkan podcast, konten digital, media sosial, dan teknologi baru untuk menjangkau generasi hari ini dan esok. Dari udara, ia turun ke layar; dari gelombang radio, ia menjelma gelombang peradaban digital.

Ketika hari ini Purnama sidi menjalin kerjasama dengan swasta untuk memperkuat frekuensi  dan memperluas pemancar bukanlah kompromi nilai, melainkan strategi dan ikhtiar memperluas kemanfaatan bagi masyarakat lewat dakwah pencerahan, pemberdayaan dan hiburan sampai ke pelosok desa melintasi bukit dan lembah.

Dengan tata kelola yang baik, organisasi yang rapi, dan niat yang lurus, Radio Purnamasidi dapat kembali menjadi mercusuar, bukan hanya didengar, tetapi dirasakan manfaatnya.

Semoga dengan ikhtiar ini, Allah menurunkan keberkahan, menjaga niat kita, dan meridhai langkah-langkah kecil yang kita ambil untuk masa depan dakwah. Karena sejatinya, media boleh berubah, tetapi ruh perjuangan tidak boleh berhenti.

Comments

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Reply