KABAR 3 menit baca

51 Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah Sudagaran Siap ‘Digembleng’ Jadi Kader Ideologis dan Profesional di Baitul Arqam

Rudi Pramono 02 Mei 2026 79 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Di saat mayoritas orang merayakan Hari Buruh dengan beristirahat atau berdemonstrasi, 51 guru dan karyawan SD Muhammadiyah Sudagaran justru memilih jalan berbeda. Mereka sepakat untuk "mengosongkan diri membuka hati dan pikiran" dan siap ditempa dalam kawah candradimuka bernama Baitul Arqam, yang digelar pada Jumat–Sabtu (1–2/5/2026).

​Dengan menggandeng MPKSDI PDM Wonosobo serta menghadirkan tokoh-tokoh kuat dari PWM Jawa Tengah, SD Muhammadiyah Sudagaran sedang menyusun strategi besar: Mentransformasi para Guru dan karyawan menjadi pejuang ideologi di Sekolah Muhammadiyah.

​Menghadirkan Value, Bukan Sekadar Jam Kerja

​Sekretaris PDM Wonosobo, Firman Cahyadi, Mec. Dev. memberikan narasi yang memantik pemikiran sebelum pembukaan acara. Mengaitkan momentum May Day dengan realitas sosial dalam sebuah platform medsos berbentuk flyer karkatur yang unik dan sarat kritik sosial dan politik, sampai pada sebuah pertanyaan bagaimana sebuah institusi seperti KAI mampu dicintai publik dibela publik meski baru kena musibah karena memiliki value dan pelayanan yang menyentuh rakyat kecil.

​"Kita ingin SD Muhammadiyah Sudagaran tidak hanya diingat sebagai gedung sekolah, tapi sebagai institusi yang menghadirkan nilai (value), inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman," tegas Firman.

Ia mengajak seluruh peserta untuk membuka hati dan pikiran guna menerima inspirasi baru bagi sekolah dan persyarikatan.

MPKSDI menghadirkan ​ 4 Narasumber kompeten dari Pusat dan Wilayah

​Keseriusan SD Muhammadiyah Sudagaran dalam melakukan penguatan ideologi terlihat dari deretan narasumber yang dihadirkan :

H. Dodok Sartono, S.E., M.M. (Sekretaris PWM Jateng): Membedah loyalitas, integritas, dan komitmen totalitas AUM.
​Ust. Drs. KH. Djumari, M.Pd. (Wakil Ketua PWM Jateng): Menanamkan hakikat Islam dan peran Tauhid dalam kehidupan.
​Ust. Hammam, M.Pd., Ph.D. (Ketua MPKSDI PWM Jateng): Strategi guru dalam menyukseskan perkaderan.
​Ust. Sutomo, S.Ag. (Ketua FGM Pusat): Membedah strategi sekolah dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
​Ust. Satria Rusydan Imawan, S.Pd. (MTT PDM Wonosobo): Penguatan aspek spiritual melalui tuntunan ibadah sesuai Tarjih dan Fatchul Qulub serta Pengelolaan Perkaderan secara humanis dan menggembirakan melalui Outbond Membahana oleh para trainer MPKSDI 

Paradigma Baru: Sekolah Sebagai Rumah Perkaderan

​Ketua PCM Wonosobo, H. Yakino  S.Pd., M.M.Pd., mengingatkan bahwa bekerja di Muhammadiyah adalah bentuk pertolongan kepada Agama Allah dan kita akan dibalas dengan kemudahan kesuksesan dan ketakwaan. Menyitir QS. Muhammad: 7 dan At-Taubah: 105, ia menekankan bahwa setiap keringat guru akan disaksikan oleh Allah dan menjadi bagian dari sejarah perjuangan dakwah. Dalam sejarah Rasulullah melaksanakan perkaderan juga bagi para sahabat yang muda-muda di rumah Arqam yang kemudian mereka menjadi tulang punggung perjuangan menegakkan dinullah. 

​Apresiasi tinggi datang dari Ketua MPKSDI PDM Wonosobo Arif Nugroho, S.Pd, ia menyebut SD Muhammadiyah Sudagaran sebagai pelopor yang menginspirasi sekolah lain.

​"Baitul Arqam tidak boleh jadi rutinitas. Ia harus berdampak pada penguatan ideologi agar SD Muhammadiyah Sudagaran tetap unggul dan maju dan menjadi Sekolah yang meyemai Kader Persyarikatan," ungkapnya.

lebih lanjut Arif berharap output yang Diharapkan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) dan tindak lanjut pasca-kegiatan, Baitul Arqam ini diharapkan mampu mencetak personel yang:
​Ideologis: Memahami arah gerak Muhammadiyah secara mendalam.
​Aktif Berorganisasi: Menjadikan sekolah sebagai pilar utama perkaderan di tingkat Cabang dan Ranting dan inovatif: Mampu menerjemahkan tagline "Jelas Beda, Unggul, Islami" ke dalam pelayanan pendidikan yang nyata.

Kontributor /Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Selanjutnya Sinergi Pendekar : PIMDA Tapak Suci Purworejo Studi Banding...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar