KABAR 2 menit baca

Tangkap Peluang Perdes Ritel Lokal, PCM Sumberejo Belajar Ritel Modern ke Surya Mart Wonosobo

Rudi Pramono 21 Mei 2026 72 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM – Guna memperkuat pilar ekonomi organisasi, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara melakukan kunjungan studi tiru dan penjajakan kerja sama usaha ritel modern ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Kecamatan Wonosobo, Selasa (19/5/2026) siang.

Rombongan dari Banjarnegara tersebut disambut langsung oleh jajaran pleno PCM Wonosobo bersama jajaran Manajemen Surya Mart. Agenda kunjungan diawali dengan sesi perkenalan, diskusi mendalam, pemaparan manajemen operasional Surya Mart yang kini telah sukses memasuki tahun ke-10, dan diakhiri dengan survei langsung ke area penjualan.

Menopang Dakwah Melalui Unit Ekonomi Lembaga

​Ketua PCM Wonosobo, Ustadz Yakino, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan gerakan Muhammadiyah secara mendasar ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu Jamaah, Jam’iyah, dan Jariyah (kemandirian finansial).
​"Dalam bergerak dan berdakwah, kita memerlukan modal operasional, termasuk untuk hal mendasar seperti membeli bensin. Oleh karena itu, sangat penting bagi Muhammadiyah di tingkat cabang memiliki unit ekonomi sendiri, sebagaimana amanat Muktamar ke-45 Muhammadiyah di Makassar," ujar Ustadz Yakino.

Memaksimalkan Regulasi Desa Melalui Minimarket Lokal

​Ketua PCM Sumberejo sekaligus mantan Kepala Desa setempat, Dawam Raharjo, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki potensi strategis karena berada di jalur utama dekat Pasar Batur. Desa Sumberejo bahkan telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) yang melarang berdirinya minimarket jaringan nasional.

"Sangat disayangkan dan sia-sia jika larangan (minimarket nasional) yang telah dibuat legal melalui Perdes tersebut tidak dimanfaatkan oleh warga atau kelompok masyarakat lokal untuk membangun minimarket sendiri yang membawa kebaikan bagi lingkungan. Hal inilah yang mendasari kami mencari rujukan pengelolaan ritel ke PCM Wonosobo," jelas Dawam.

​Senada dengan hal itu, Sekretaris PCM Sumberejo, Ustadz Jamaluddin, mengutip hadis riwayat Ahmad yang menganjurkan umat untuk melakukan perjalanan demi mendapatkan kesehatan dan rezeki. Dalam konteks ini, rezeki yang dimaksud adalah ilmu manajemen ritel modern.

"Muhammadiyah historisnya besar karena didukung oleh para saudagar. Kini saatnya Muhammadiyah secara kelembagaan juga mampu mendirikan unit usaha sendiri. Keuntungan dari sektor ekonomi ini nantinya diproyeksikan untuk menopang bisyarah (kesejahteraan) para guru di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sumberejo," tutur Ustadz Jamaluddin.

​Strategi Surya Mart: Jihad Ekonomi Berbasis Koperasi

​Dalam sesi pemaparan teknis, Ketua Koperasi Surya Bina Mandiri (SBM) Wonosobo, Wibowo, memaparkan mengapa badan hukum koperasi dipilih dalam operasional Surya Mart. Menurutnya, bentuk koperasi mempermudah penghimpunan modal awal dan memastikan bahwa konsumen utama toko adalah anggota koperasi itu sendiri.

"Mayoritas anggota koperasi kami adalah warga Muhammadiyah yang bergerak dengan semangat Jihad Ekonomi. Bisnis ritel ini sangat prospektif karena menjual kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat. Dalam kondisi ekonomi sesulit apa pun, kebutuhan pokok akan tetap dibeli," papar Wibowo.

Ia juga menambahkan bahwa bisnis ritel sangat adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen, mulai dari sistem konvensional hingga konsep swalayan modern.

Melalui kunjungan dan diskusi interaktif di area penjualan ini, tumbuh harapan besar agar minimarket lokal terutama yang berafiliasi dengan Muhammadiyah dapat menjadi perhatian utama bagi pimpinan persyarikatan di berbagai tingkatan. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan siklus perputaran ekonomi umat dapat berputar dan kembali membesarkan umat itu sendiri.

Kontributor : Eko

Editor : Rudyspramz

Sebelumnya Menaklukan Ego di Ruang Terbatas : Seni Mengelola Hati dan M... Selanjutnya Selamat Jalan Abah Sholeh Yahya: Sang Pejuang Dakwah yang Ik...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar