MUHAMMADIYAH WONOSOBO.COM — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah (Stikesmu) Wonosobo sukses menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode III Program Studi S-1 Farmasi Tahun Akademik 2025-2026. Prosesi sakral yang meluluskan 23 Sarjana Farmasi baru tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Stikesmu Wonosobo, Drs. H. Rohmadi, M. Kes, bertempat di Aula Kampus Stikesmu Wonosobo pada Rabu (20/5/2026).
Agenda seremonial ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Bupati Wonosobo H. Afif Nur Hidayat, S.Ag., Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah Adhrian Refaddin, S.IP., M.PP., serta perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ir. Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D. Turut hadir pula jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, segenap civitas akademika, serta orang tua atau wali dari para wisudawan/wisudawati.
Pada wisuda periode 3 ini Senat Akademik mengumumkan tiga wisudawan terbaik yang berhasil meraih predikat kelulusan tertinggi:
Elma Widiarti, S.Farm. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79 (Terbaik I)
Az Zahra Hafidzah Fairuzelsa, S.Farm. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68 (Terbaik II)
Luwes Liya Lutfia, S.Farm. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68 (Terbaik III)
Dalam 'sambutannya, Bupati Wonosobo H. Afif Nur Hidayat mengungkapkan apresiasi mendalam sekaligus menaruh harapan besar agar Stikesmu Wonosobo terus menjadi motor penggerak utama dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang berkualitas di wilayah Wonosobo. Keberadaan para lulusan dinilai sangat strategis, terlebih dengan pesatnya perkembangan fasilitas kesehatan penunjang di daerah.
"Rumah Sakit PKU Muhammadiyah sudah berdiri, maka sekarang instrumen SDM-nya yang harus kita lengkapi bersama. Setelah berhasil meluluskan S-1 Farmasi dan memiliki Prodi S-1 Gizi, saya mendorong Stikesmu untuk segera menambah prodi-prodi baru lainnya seperti Keperawatan dan Kebidanan. Ini adalah tuntutan kebutuhan riil di lapangan karena faktor pensiun, sehingga regenerasi tidak boleh terputus agar Wonosobo tidak kekurangan SDM kesehatan," tegas Afif Nur Hidayat.
Lebih lanjut, Bupati Afif menekankan pentingnya membangun optimisme kolektif demi mewujudkan visi jangka panjang nasional. "Selamat atas keberhasilan Stikesmu yang telah mencetak puluhan Sarjana Farmasi sejak awal berdiri. Semoga ikhtiar ini melahirkan masyarakat Wonosobo dan Indonesia yang sehat, sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas. Kita harus berani bermimpi dan menjadikan mimpi itu energi positif. Meneguhkan niat optimis karena masa depan ada di depan mata. Belajar di Stikesmu harus membuahkan ilmu yang bermanfaat bagi umat," tambahnya.
Senada dengan visi tersebut, Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Adhrian Refaddin, S.IP., M.PP., mengajak seluruh institusi perguruan tinggi untuk berada dalam satu frekuensi yang sama guna mengawal mutu lulusan secara ketat. Pihaknya menegaskan bahwa akuntabilitas akademis tidak berhenti saat seremonial wisuda usai, melainkan akan terus dipantau melalui mekanisme ketertelusuran kerja.
"Gelar akademik adalah pintu masuk untuk melangkah ke ranah pengabdian yang mulia. Saya berpesan kepada para alumni untuk memegang teguh prinsip DUIT, yaitu Doa, Usaha, Istiqomah, dan Tawakal, serta falsafah 3T: Tetep, Tekun, Tekan. Tetap konsisten, tekun dalam berproses, hingga mencapai tujuan (tekan) dengan berserah diri kepada Allah SWT.
"Kami juga akan melakukan evaluasi dan pengecekan keterserapan alumni Stikesmu ini dalam tiga bulan ke depan," terang Adhrial.
Sementara itu, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem mengutarakan bahwa amanat penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh Stikesmu Wonosobo telah ditunaikan dengan sangat baik.
Ia juga memaparkan peta jalan strategis kelembagaan untuk melakukan akselerasi dan transformasi bentuk institusi di masa depan
Langkah strategis berikutnya adalah melakukan akselerasi dengan menambah program studi yang paling diminati. Dari yang ada sekarang, jika ditambah hingga memiliki minimal 5 program studi, maka Stikesmu akan siap bertransformasi menjadi Universitas.
Tentu, lompatan besar ini membutuhkan sinergi kokoh dari tiga elemen utama: Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), dan seluruh Civitas Akademika Stikesmu," urai Mohammad Adam.
Di akhir arahannya, Mohammad Adam memberikan motivasi internal agar para lulusan tidak hanya unggul secara kognitif, melainkan juga kokoh secara moral.
"Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang berikhtiar mengubahnya. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain."ajaknya
"Kami berharap lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas moral dan akhlak mulia yang sangat dibutuhkan di dunia kerja dan masyarakat luas. Jika ada kekurangan selama masa studi di kampus, sampaikan kepada kami untuk dievaluasi; namun jika ada kebaikan dan kemanfaatan, sebarkanlah seluas-luasnya ke tengah masyarakat," pungkasnya
Kontributor / Editor : Rudyspramz
Komentar
Selamat dn Sukses StikesMu wonosbo, smg tumbuh berkembang menginspirasi ,bermanfa'at untuk Persyarikatan dan Bangsa..aamiin