MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM -Suasana penuh kekeluargaan dan ukhuwah Islamiyah terasa dalam kegiatan Silaturahmi Alumni Jamaah Haji KBIH Gema Arafah 2014 yang digelar di Krihsna Resto Garden Wonosobo sebagai momentum mempererat persaudaraan sekaligus memperdalam nilai-nilai spiritual menjelang datangnya bulan Dzulhijjah.
Kegiatan tersebut diisi dengan kajian keislaman oleh Ust. Mi’raj Mustajib dengan mengangkat tema “Menyambut 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah”. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para alumni jamaah haji untuk memanfaatkan momentum istimewa tersebut dengan memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan 10 Hari Awal Dzulhijjah
Dalam kajiannya, Ust. Mi’raj Mustajib menjelaskan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang sangat mulia dan dicintai Allah SWT. Bahkan Allah bersumpah dengan “malam yang sepuluh” dalam Surah Al-Fajr sebagai tanda besarnya keutamaan hari-hari tersebut.
Ia menyampaikan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibandingkan amalan pada 10 hari awal Dzulhijjah, bahkan keutamaannya melebihi jihad di jalan Allah kecuali jihad yang mengorbankan jiwa dan seluruh hartanya.
“Momentum ini harus diisi dengan memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, tahlil, membaca Al-Qur’an, sedekah, serta amal-amal kebaikan lainnya,” ujar Ust. Mi’raj dalam kajiannya.
Anjuran Puasa dan Memperbanyak Dzikir
Selain memperbanyak ibadah, jamaah juga diajak melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah, khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah yang memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Menurutnya, dzikir menjadi amalan utama yang sangat dianjurkan pada hari-hari tersebut. Rasulullah SAW bahkan menyebut dzikir sebagai amalan terbaik, paling suci di sisi Allah, serta paling tinggi derajatnya.
“Dzikir bukan hanya dilakukan di masjid, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk menghidupkan syiar Islam,” tambahnya.
Memaknai Ibadah Qurban
Dalam kesempatan itu, Ust. Mi’raj Mustajib juga mengingatkan pentingnya ibadah qurban sebagai bentuk ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa qurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan wujud pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada sesama.
Ia juga mengingatkan beberapa adab bagi orang yang hendak berqurban, seperti tidak memotong rambut dan kuku sejak masuk 1 Dzulhijjah hingga hewan qurban disembelih. Selain itu, daging qurban dianjurkan untuk dibagikan kepada masyarakat dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kegiatan silaturahmi alumni jamaah haji tersebut ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemampuan untuk istiqamah dalam meningkatkan amal ibadah, khususnya dalam menyambut 10 hari awal bulan Dzulhijjah yang penuh kemuliaan dan ampunan Allah SWT.
'Kontributor : ilham
Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!