MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Kesehatan anak Panti Asuhan Muhammadiyah yang terpantau secara rutin menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi, sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan penghuni Panti. Atas dasar tersebut, LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Wonosobo menyelenggarakan Pelatihan Kader Kesehatan di Aula Asrama Putra LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Wonosobo pada Rabu (15/04/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari anak asuh, pengasuh, dan pengurus panti. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Puskesmas Wonosobo 1 dan PCM, PDA, PCA, dan PRA Wonosobo Utara.
Dalam sambutan Pembukaan, PDA Wonosobo yang diwakili dari Majelis Kesehatan, Isriati, menyampaikan harapannya agar melalui pelatihan ini lahir kader-kader kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan.
"Dengan demikian, derajat kesehatan seluruh penghuni panti, baik anak asuh, pengasuh, maupun pengurus dapat terus terpantau dan terjaga dengan baik" ujarnya
Ia juga menekankan pentingnya pelembagaan program kesehatan melalui pembentukan Pos Kesehatan Panti Asuhan Muhammadiyah (Poskespam). Menurutnya, upaya preventif harus terus diperkuat melalui pembangunan budaya hidup sehat, seperti internalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan diri termasuk toilet dan kamar mandi, serta pengelolaan lingkungan yang baik melalui pemilahan sampah organik dan non-organik. Selain itu, kegiatan olahraga dan penyediaan fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
“Konsistensi sangat penting, tidak hanya hangat ketika pelatihan tapi terus ditindaklanjuti, perlu diadakan pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan, seperti pengecekan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, pemberian vitamin, serta evaluasi kondisi kesehatan penghuni panti agar semua dapat terpantau dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Isriati mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan sinergi dengan berbagai elemen, baik pemerintah maupun tenaga medis, dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata untuk kepentingan akreditasi, tetapi memiliki nilai manfaat kemanusiaan yang lebih luas.
“Menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. Karena itu, energi yang kita bangun adalah keikhlasan karena Allah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PCM Wonosobo, H. Yakino, dalam arahannya sebelum membuka kegiatan, menyampaikan bahwa kesehatan memiliki dimensi yang luas, meliputi jasmani, rohani, sosial, hingga finansial. Ia berharap pelatihan kader kesehatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun, mengingat dinamika penghuni panti yang terus berganti.
Mengutip QS Al-Mujadilah ayat 11, ia menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dan memberikan manfaat bagi sesama. Ia juga mengingatkan bahwa apa yang dilakukan hari ini akan menjadi investasi akhirat.
“Tiga hal yang akan terus mengalir pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat, anak sholeh dan sholehah, serta sedekah jariyah. Semoga melalui kegiatan ini, kita semua dapat meraih ketiganya untuk kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan terbangun sistem kesehatan yang lebih terstruktur di lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah, sekaligus menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan bagi seluruh penghuninya.
Kontributor / Editor : Rudyspramz
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!