MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM Semangat dakwah berkemajuan kembali bergema dari lereng Dieng. Dalam rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kertek menggelar Pengajian Akbar sekaligus Peletakan Batu Pertama pembangunan Asrama Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kertek, Ahad (14/12/2025), di Kompleks MBS Kertek, Wonosobo.
Momentum ini terasa istimewa dengan kehadiran Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes, bersama jajaran PDM, Kementerian Agama, PCNU, PD Rifa’iyah, unsur PCM–PCA, Ortom, serta warga Muhammadiyah Kertek. Kehadiran lintas ormas dan pengamanan bersama Kokam dan Banser menjadi simbol kuatnya ukhuwah dan kolaborasi umat.
Acara diawali dengan Peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama empat lantai MBS Kertek Pembangunan ini menjadi penanda kesungguhan Muhammadiyah dalam memperkuat basis pendidikan kader yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.
Ketua PCM Kertek, Muhammad Ridlo, dalam sambutannya menyampaikan perkembangan dakwah dan amal usaha Muhammadiyah di Kertek yang terus bertumbuh berkat kerja kolektif dan dukungan jamaah. Ia menegaskan bahwa MBS Kertek merupakan ikhtiar strategis untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul secara spiritual dan intelektual.
Ketua PDM Wonosobo, Bambang WEN, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas dakwah serta amal usaha. Ia juga menyampaikan capaian Muhammadiyah Wonosobo di tingkat nasional, PCM Kertek Juara Ekspo di Makassar, Masjid Darussalam PCM Mojotengah Juara 2 Nasional di Palembang, Masjid Ar Rahman PCM Sapuran Juara 1 Masjid Inovatif Nasional di Banjarmasin sebagai buah dari budaya apresiasi dan inovasi sesuai semangat tajdid Muhammadiyah.
“NU mendirikan pesantren dulu baru kemudian sekolah sementara Muhammadiyah Sekolah dulu baru kemudian Pesantren adalah Perbedaan pendekatan bukan untuk dipertentangkan, tetapi saling melengkapi. Tujuannya satu: mencerdaskan anak bangsa, dan pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan,” tegasnya.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S. Ag yang berhalangan hadir secara langsung, menyampaikan pesan virtual. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, MBS Kertek akan melahirkan santri berilmu dan berakhlak yang siap menghadapi tantangan zaman. Ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam penguatan SDM yang religius, inklusif, dan berkemajuan.
Sebagai puncak acara, Pengajian Akbar oleh dr. Agus Taufiqurrahman menegaskan bahwa pengajian adalah ruh perjuangan Muhammadiyah. Mengutip pesan almarhum AR Fachruddin, ia menekankan bahwa tidak ada Muhammadiyah tanpa pengajian, karena dari sanalah lahir tafaqquh fiddin dan amal shaleh.
Lebih lanjut dr Agus mengatakan bahwa salah salah satu spirit penting dalam Muhammadiyah adalah beramal yang memilih basis historis legenda Al Ma'un dan Kentongan Kyai Dahlan yang mana beliau melelang harta bendanya karena kas sekolah habis, guru belum dibayar.
"Ada cerita tentang kaos kaki bolong, barang bekas - yang karena bersejarah - pun tidak boleh dibawa ke Liang lahat, oleh karena itu jangan keblinger dengan bondo. " Ujar dr. Agus
Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan umat, seraya menegaskan bahwa Al-Islam Mahjubun bil Muslimin : kemuliaan ajaran Islam sering tertutup oleh perilaku pemeluknya sendiri dan Al-Islam Ya'lu walaa yu'la 'alaih : Islam akan selalu unggul dan tidak akan pernah di ungguli oleh agama lain. Dengan spirit Al-Qur’an, Muhammadiyah dipanggil untuk menghadirkan kesejahteraan lahir dan batin bagi bangsa.
Menutup pengajian, dr. Agus mengajak seluruh warga untuk terus menggembirakan pengajian, menjauhkan diri dari keterikatan berlebihan pada harta, dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan cita-cita besar Muhammadiyah. "Dari pengajian, lahir amal. Dari amal, tumbuh peradaban,” pungkasnya.
Milad ke-113 ini menjadi pengingat bahwa Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan dakwah yang terus menyalakan cahaya harapan bagi umat dan bangsa, dari Kertek, Matahari Muhammadiyah tidak berhenti bersinar untuk Indonesia.(rdp)

Comments
Terima kasih Ikhtiar dakwah menyentuh uma