Home > Article > Category > KABAR

Muhammadiyah di Mata Gen-Z : Dari Ormas Keagamaan Menjadi Raksasa Social Enterprise

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM- YOGYAKARTA – Muhammadiyah bukan lagi sekadar organisasi dakwah tradisional di mata generasi muda. Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menunjukkan adanya pergeseran persepsi yang signifikan di kalangan Gen-Z dan Milenial terhadap organisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini.

Raksasa Social Enterprise yang Inklusif

Data survei mengungkap bahwa mayoritas anak muda kini memandang Muhammadiyah sebagai sebuah "raksasa social enterprise." Menariknya, kebanggaan terhadap kiprah Muhammadiyah tidak hanya datang dari internal organisasi. Sebanyak 91% anak muda menyatakan bangga terhadap Muhammadiyah, di mana 46,5% di antaranya adalah non-kader.
​Hal ini mematahkan asumsi bahwa Muhammadiyah hanya milik anggotanya saja. 

Muhammadiyah dinilai telah berhasil membangun citra sebagai brand yang kredibel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas tanpa memandang sekat struktural.

Agama yang Simpel dan Rasional

Di tengah pesatnya gaya hidup digital, cara beragama yang ditawarkan Muhammadiyah rupanya sangat diminati. Sebanyak 89% responden merasa cara beragama Muhammadiyah itu simpel, rasional, dan fleksibel.

Hasil ini membuktikan bahwa generasi muda tidak meninggalkan agama; mereka hanya mencari cara beragama yang tidak rumit dan masuk akal (Simple, Easy, and Rational). Muhammadiyah dianggap sukses melakukan branding keagamaan yang kompatibel dengan ritme kehidupan modern.

Tetap Kritis pada Isu Ekologi

Meski memiliki tingkat kepuasan dan kebanggaan yang tinggi, anak muda tetap menunjukkan sikap kritis, terutama terkait isu lingkungan. Survei mencatat ada 46% anak muda yang berani bersuara menolak izin tambang.

Bagi masyarakat umum, isu lingkungan dilihat murni dari kacamata etika dan moral. Sikap kritis ini menunjukkan bahwa meskipun Muhammadiyah dicintai, generasi muda tetap menaruh perhatian serius pada integritas ekologis dan berharap organisasi dapat terus berjalan selaras dengan prinsip pelestarian alam.

Sumber : PSKP UAD. 

Editor : Rudyspramz

 

Comments

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Reply