MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM -Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo kembali menggelar Pengajian Pimpinan Hari Bermuhammadiyah di GOR SMA Muhammadiyah Wonosobo pada Ahad, (11/1/2025)
Pembicara dalam Pengajian Pimpinan setiap Ahad Pon ini, Wk Ketua PWM Jateng Prof Dr. HM. Abdul Fattah Santoso, M. Ag dan dihadiri oleh Penasehat, PDM, PCM, PRM, UPP, Ortom dan AUM se Kabupaten Wonosobo
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Kerjasama Keuangan Syariah dengan Kepala Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Wonosobo dengan PDM Wonosobo yang meliputi pembiayaan keuangan syariah untuk AUM, Pengembangan Aset, sarana pendidikan, sosial ekonomi pasca bencana, literasi keuangan syariah secara masif dan integrasi layanan digital.
Sekretaris PDM, H. Firman Cahyadi mengatakan bahwa Kerjasama dengan BSI ini merupakan saling dukung dalam pengembangan AUM dan Persyarikatan.
"Kran telah dibuka semoga berdampak positif untuk gerak amal usaha dan Persyarikatan ke depan." ujarnya
Sekretaris PDM juga menyampaikan 18 Pebruari 2026 kita memasuki bulan suci Ramadhan, "Mari kita tingkatkan gerak Persyarikatan ini lebih semarak dalam Bulan Ramadhan." ajaknya.
"Tahun kemarin kita adakan Pengajian Ramadhan di Daerah, tahun ini kita rencanakan Safari Ramadhan ke Cabang-Cabang." katanya
Lebih lanjut Firman mengumumkan Rencana Raker UPP Jumat, 16 Januari 2026 di Kantor PDM untuk Evaluasi Pelaksanaan Program tahun 2025 dan Rencana Kegiatan tahun 2026
"Ada beberapa prioritas mengenai kualitas dan kuantitas mubaligh, 1 Ranting 2 Mubaligh dan perlunya Sekolah Mubaligh, evaluasi kualitas pendidikan sejauh mana lulusan memahami dan mengamalkan ibadah sesuai HPT dan termasuk pengembangan Cabang, Ranting dan Masjid ada yang bergerak cepat ada yang lambat bisa kita lihat di Sicara" ungkapnya
Wk Ketua PWM Jateng Prof Dr. HM Abdul Fattah Santoso, M. Ag dalam tausyiahnya menyampaikan tentang 3 Identitas Muhammadiyah yaitu Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam, Gerakan Dakwah Islam Amar Ma'ruf Nahi Munkar dan Gerakan Tajdid
Sebagai Gerakan Islam, Muhammadiyah mengusung slogan Islam Berkemajuan yang diresmikan dalam Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Solo, Islam Bermajuan adalah sebuah konsep berislam yang memiliki basis nilai historis, kuat dalam tauhid, murni dalam aqidah dan ibadah dan diwujudkan dalam amal shalih yang memajukan dan mencerahkan umat
"Islam dalam pandangan Muhammadiyah terbagi dalam 4 dimensi : aqidah, ibadah, akhlaq dan muamalah duniawiyah dengan faham pemurnian dalam bidang aqidah dan ibadah serta pembaruan dalam bidang muamalah duniawiyah, pemurnian artinya berdasarkan al Qur'an dan As Sunnah, diajarkan dan dipraktekkan Rasulullah." tuturnya.
Yang kedua sebagai Gerakan Dakwah Islam Amar Ma'ruf Nahi Munkar, mengacu pada QS Ali Imran 104 yang merupakan perintah Allah agar kita berorganisasi dalam dakwah karena akan lebih komprehensif dan tersistem menuju tercapainya cita2" ujarnya
"Puluhan ribu amal Usaha dan manfaatnya yang besar untuk umat dan bangsa menunjukkan keberhasilan Muhammadiyah menjadi umat terbaik sebagaimana tercantum dalam QS Ali Imran 110." jelasnya
Era modern ini tranformasi dari danwah pesan tulisan menuju dakwah digital menjadi satu keharusan kalau dakwah islam tidak terlindas oleh jaman, kreatifitas dan inovasi dakwah harus terus diperbarui, kita tidak boleh kalah dengan saudara kita nahdliyin." ungkapnya
Ketiga, Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid yang bermakna pembaruan yang dalam Muhammadiyah terbagi 2 : pemurnian dalam aqidah dan ibadah serta dinamisasi dalam muamalah duniawiyah
Dalam tafsir Kontemporer yang digagas Prof Kuntowijoyo dengan istilah Islam Profetik yang merupakan pendalaman makna QS Ali Imran 110 tentang makna dari amar ma'ruf, nahi munkar dan tu'minunabillah dalam konteks keilmuan Islam.
"Amar ma'ruf mengajak kebaikan bermakna humanisasi artinya memanusiakan manusia agar akhlaknya baik, Nahi Munkar bermakna liberasi artinya pembebasan dari belenggu/sistem yang buruk lingkungan yang tidak kondusif untuk pengembangan potensi baik dan unggul manusia menuju tu'minunabillah yang bermakna transendensi artinya beriman kepada Allah." pungkasnya
Kontributor : rudyspramz

Comments
Pemahaman dalam bermuhammadiyah adalah salah satu langkah menuju warga yang Berkemajuan