KABAR 2 menit baca

Gelar Pembinaan Manasik di Sektor 8, Ustd Dr Fathurahman Kamal Kupas Tuntas Kiat Raih Haji Mabrur

Rudi Pramono 21 Mei 2026 19 views

MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - ​Mekah – Bertempat di Gedung PR Hotel 805, wilayah Mekah, jemaah haji Indonesia kembali memantapkan bekal spiritual mereka menjelang puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 16.00 waktu Arab Saudi (ba'da Asar), telah berlangsung acara Pembinaan Manasik Haji dan Koordinasi yang diinisiasi oleh tim Bimbingan Ibadah Sektor 8.

​Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh jajaran PPIH Kloter, para Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu), serta seluruh jemaah dari Embarkasi YIA (Yogyakarta) Kloter 21 dan Kloter 17.

​Sinergi Menuju Puncak Armuzna

​Selain koordinasi teknis mengenai kesiapan menghadapi fase krusial di Armuzna, acara ini menghadirkan momentum istimewa dengan kehadiran Dr. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I., yang merupakan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai pemateri utama.

​Dalam paparannya, beliau tidak hanya memberikan penguatan secara fisik dan mental terkait dinamika di lapangan, tetapi juga membedah secara mendalam esensi ideologis dari predikat "Haji Mabrur".

​Paradigma Berkemajuan: Ciri Kemabruran adalah Kesalehan Sosial

​Dr. Fathurrahman Kamal menegaskan bahwa kemabruran sebuah ibadah haji tidak hanya diukur saat jemaah berada di tanah suci, melainkan dari transformasi perilaku yang dibawa pulang ke tanah air. Beliau menggarisbawahi dua ciri utama jemaah yang meraih haji mabrur :

​Gemar Berbagi dan Peduli Sesama (It’amuth Tha’am): Haji yang mabrur melahirkan kepedulian sosial yang tinggi. Manifestasi nyatanya adalah kesenangan dalam memberi makan dan membantu orang lain yang membutuhkan. Ibadah haji mengubah orientasi hidup seseorang dari individualistik menjadi sosial-altruistik.

​Menjaga Lisan (Thibul Kalam): Jemaah yang mabrur ditandai dengan kemampuannya dalam menjaga mulut dari ucapan yang menyakitkan. Lisan seorang haji sejati senantiasa memancarkan perkataan yang baik, menyejukkan, penuh optimisme, serta mampu menggembirakan hati orang di sekitarnya.
​Membawa Misi Kebaikan Pasca-Haji

​Melalui pembinaan manasik ini, jemaah diajak untuk melihat ibadah haji dengan paradigma terbalik yang berkemajuan.

"Puncak haji di Armuzna bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tugas kemanusiaan untuk menjadi agen-agen kebaikan di masyarakat." pesan utsd Faturrachman

​Dengan koordinasi yang matang dari pihak Sektor 8 serta siraman rohani yang mencerahkan, jemaah Kloter 17 dan 21 YIA diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian puncak haji dengan khidmat, menjaga kekuatan hati, dan kembali ke tanah air sebagai teladan yang menebar kemaslahatan bagi umat.

Kontributor : drg Emmi
Editor : Rudyspramz
 

Sebelumnya Lebih dari Sekadar Fasilitas, Survei Lokasi Armuzna Dorong K... Selanjutnya Menaklukan Ego di Ruang Terbatas : Seni Mengelola Hati dan M...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar