OPINI 2 menit baca

Banyak Anak Muda Login Muhammadiyah

Rudi Pramono 14 April 2026 43 views
Banyak Anak Muda Login Muhammadiyah

Banyak Anak Muda Login Muhammadiyah.


Oleh: Tarqum Aziz JurnalisMu, SHI, M.Pd  (Ketua Umum PC IPM Purwokerto Periode 1998-2000)

Di tengah derasnya arus zaman digital, ketika kehidupan anak muda tak lepas dari layar gawai, istilah login menjadi sesuatu yang sangat akrab. Login bukan sekadar aktivitas teknis untuk masuk ke sebuah aplikasi, tetapi telah menjadi simbol keterhubungan tentang bagaimana seseorang terhubung dengan dunia, jejaring, dan identitasnya. Namun, di balik semua itu, muncul sebuah fenomena menarik: semakin banyak anak muda yang “login” ke i Muhammadiyah.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Generasi muda hari ini hidup dalam dunia yang penuh pilihan, tetapi juga penuh kebingungan. Informasi melimpah, tetapi makna seringkali terasa kosong. Di sinilah Muhammadiyah hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan ideologis yang menawarkan arah. Ia menyediakan ruang bagi anak muda untuk tidak sekadar eksis, tetapi juga berkontribusi.

“Login” ke Muhammadiyah bukanlah perkara sederhana seperti memasukkan username dan password. Ia adalah proses kesadaran akan pentingnya beragama secara berkemajuan, kesadaran untuk terlibat dalam dakwah yang mencerahkan, serta kesadaran untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan umat dan bangsa. Anak muda yang memilih untuk login ke Muhammadiyah adalah mereka yang tidak puas hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah. Mereka ingin mengambil peran, sekecil apa pun itu.

Muhammadiyah menawarkan ekosistem yang kaya bagi pertumbuhan anak muda. Di dalamnya terdapat ruang kaderisasi seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah, yang menjadi wadah pembinaan sekaligus aktualisasi diri. Selain itu, jaringan amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit yang memberikan kesempatan nyata bagi anak muda untuk berkontribusi langsung dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Lebih dari itu, Muhammadiyah mengajarkan bahwa beragama tidak berhenti pada ritual semata. Islam dipahami sebagai jalan hidup yang mendorong kemajuan, membangun peradaban, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda yang haus akan makna dan ingin hidupnya berdampak.

Login ke Muhammadiyah pada akhirnya adalah tentang komitmen. Ia bukan keterhubungan sesaat, melainkan perjalanan panjang yang menuntut konsistensi dan kesungguhan. Namun, justru di situlah letak keindahannya. Ketika seseorang telah terhubung dengan nilai dan gerakan, hidupnya tidak lagi berpusat pada diri sendiri, melainkan pada kontribusi yang lebih luas bagi umat dan kemanusiaan.

Maka, ketika banyak anak muda hari ini mulai login ke Muhammadiyah, sesungguhnya itu adalah tanda harapan. Harapan bahwa gerakan ini akan terus hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman. Sebab di tangan generasi mudalah estafet perjuangan ini akan dilanjutkan.

Pertanyaannya sederhana: di tengah dunia yang serba instan ini, apakah kita hanya ingin sekadar login ke dunia maya, atau juga berani login ke gerakan yang memberi makna?

Sebelumnya Camat Mojotengah Jadi Inspektur Upacara di MI Muhammadiyah K... Selanjutnya Lulus Siap Kerja! SMK Mutu Wonosobo Uji Mental Pelajar Lewat...
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar