MUHAMMADIYAHWONOSOBO.COM - Dalam upaya memperkuat soliditas, karakter, dan loyalitas pimpinan dalam menggerakkan Cabang dan Ranting Berkemajuan, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Wonosobo menyelenggarakan Baitul Arqam Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Cabang Kertek di The Lodji Maron, Kertek, pada Sabtu–Ahad (8–9/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta yang terdiri atas PCM, PCA, UPP, PRM, dan PRA se-Cabang Kertek, dengan menghadirkan narasumber dari PWM Jawa Tengah dan PDM Wonosobo. Adapun Pelaksanaan teknis dan instruktur kegiatan dikelola oleh Tim Instruktur Baitul Arqam MPKSDI PDM dan MPK PDA Wonosobo.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Kertek, M. Ridlo, menegaskan pentingnya efektivitas dan kesungguhan peserta dalam mengikuti kegiatan ini.
“Perkaderan Baitul Arqam ini memang singkat, hanya dua hari satu malam. Namun semoga waktu yang singkat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin agar kita lebih memahami dan menghayati Muhammadiyah,” ujarnya.
Ridlo juga mengutip pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.,
“Sebagus-bagusnya nilai, pemikiran, dan sistem, kalau manusianya tidak seirama, tidak berbanding lurus, maka akan menjadi problem.”
Ia menambahkan bahwa Islam telah sempurna, namun apabila pelaku dakwah tidak mencerminkan nilai-nilai Islam itu sendiri, maka dakwah akan menemui kendala.
“Marilah kita terus tingkatkan jihad, ilmu, dan amal untuk memajukan Muhammadiyah Kertek,” ajaknya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua PDM Wonosobo, Bambang WEN, dalam arahannya menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan kewajiban bagi setiap pimpinan Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Sebelum Rasulullah berdakwah secara terang-terangan, para kader telah dikumpulkan dan digembleng di rumah Arqam. Itulah yang menjadi model perkaderan al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Muhammadiyah,” jelasnya.
Bambang juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki landasan hukum yang kuat.
“Kita tidak perlu ragu, Muhammadiyah itu legal dan sah secara hukum maupun syar’i Sejak berdiri 113 tahun lalu, Muhammadiyah telah berbadan hukum dan diakui negara,” tegasnya.
Ia menutup dengan ajakan agar seluruh pimpinan menggerakkan cabang dan ranting sebagai pusat gerakan.
“Jika Cabang dan Ranting tidak bergerak, maka Muhammadiyah sebagai gerakan telah mati. Allah telah menjanjikan dalam QS. At-Thalaq ayat 2–3, bahwa siapa yang bertakwa akan diberi jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka. Maka marilah kita hidupkan Cabang dan Ranting sebagai pusat dakwah kita,” pungkasnya.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh semangat, ditandai dengan yel-yel kebersamaan dan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta dan instruktur (rdp)

Comments
No comments yet. Be the first to comment!